Breaking News:

Human Interest

Penggali Makam Ngaliyan Mbah Man: Kalau Tangan Kiri Kedutan, Tandanya Besok Ada Orang Meninggal

Penggali makam di Ngaliyan bernama Sukiman alias Mbah Man menceritakan bisa merasakan pertanda orang mati melalui kedutan di tangan kiri.

Penulis: iwan Arifianto | Editor: Daniel Ari Purnomo

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Sukiman (60) atau akrab disapa Mbah Man sudah tiga dasawarsa menjadi penggali makam Sasono Loyo Wates, Ngaliyan, Kota Semarang.

Pacul, keranda mayat, bunga kamboja, hingga bau khas tanah merah kuburan menjadi temannya sehari-hari.

Natalia Tak Terima Ibunya Ditahan Polsek Semarang Utara, Dituduh Mertua Curi Perabotan Rumah

Alasan Arya Saloka Nyaris Hancurkan TV Lihat Adegan Andin dan Aldebaran Sinetron Ikatan Cinta

Pemerintah Perpanjang PPKM Jawa Bali Sampai 8 Februari 2021, Ada Perubahan Jam Malam

Kecelakaan Maut di Mijen Semarang Renggut Nyawa Lindu Aji, Motor Hancur Tabrak Mobil Boks

Saking akrabnya dengan kabar kematian, menurutnya, tiap kali hendak ada orang meninggal dunia selalu ada pertanda.

Khususnya orang yang tinggal di wilayah dekat pemakaman. 

Tanda itu berupa tangan sebelah kirinya akan berdenyut kencang.

Rasa denyut itu datang tak menentu. 

Sukiman (60) atau akrab disapa Mbah Man saat membersihkan area pemakaman di Makam Sasono Loyo Wates, Ngaliyan, Kota Semarang. 
Sukiman (60) atau akrab disapa Mbah Man saat membersihkan area pemakaman di Makam Sasono Loyo Wates, Ngaliyan, Kota Semarang.  (Tribun Jateng/ Iwan Arifianto)

Baik ketika dia sedang duduk santai di makam, tengah tidur, makan atau aktivitas lainnya. 

Ketika tangan berdenyut, dia sudah tak kaget lagi.

Tatkala ada kabar orang meninggal lalu menghubunginya untuk gali makam. 

"Hal ini sudah saya rasakan puluhan tahun.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved