Breaking News:

Berita Salatiga

DKK Sebut Kebutuhan Vaksin Covid-19 di Salatiga Capai 133.431 Dosis

DKK Salatiga menyebut kebutuhan vaksinasi virus Corona di Kota Hati Beriman mencapai 133.431 dosis.

Penulis: M Nafiul Haris | Editor: sujarwo
Istimewa
Wali Kota Salatiga Yuliyanto saat menyaksikan simulasi vaksinasi virus Corona di Puskesmas Cebongan, Kecamatan Argomulyo, Kota Salatiga, Kamis (21/1/2021). 

TRIBUNJATENG.COM, SALATIGA - Dinas Kesehatan Kota (DKK) Salatiga menyebut kebutuhan vaksinasi virus Corona (Covid-19) di Kota Hati Beriman mencapai 133.431 dosis.

Kepala DKK Salatiga Siti Zuraidah mengatakan ratusan ribu dosis vaksin Sinovac itu nantinya akan disuntikkan kepada ribuan tenaga kesehatan, kemudian bagian pelayanan publik pada organisasi perangkat daerah (OPD), masyarakat rentan, dan umum serta lainnya.

“Data sementara sasaran kami untuk vaksinasi tahap pertama termin kedua sebanyak 2.825 tenaga kesehatan, 12.984 pelayan publik, 46.105 masyarakat rentan, 46.731 masyarakat umum, dan 24.786 lainnya sehingga total 133.431  orang,” terangnya saat dihubungi Tribunjateng.com, Jumat (22/1/2021)

Menurut Zuraidah, data sasaran penerima vaksinasi Covid-19 itu sampai saat ini masih dalam proses updating di Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) sehingga sewaktu-waktu dapat berubah.

Ia menambahkan, adapun sejumlah sarana dan prasarana penunjang vaksinasi telah dipersiapkan Pemerintah Kota (Pemkot) Salatiga bersama DKK Salatiga meliputi rumah sakit dan Puskesmas masing-masing enam atau total 12 fasilitas layanan kesehatan.

“Kemudian ditambah 16 klinik yang telah mendaftarkan tenaga kesehatannya untuk melakukan vaksinasi. Sesuai surat dari Kementerian Kesehatan (Kemenkas) nomor SR.02.06/II/80/2021 pelaksanaan vaksinasi di Kota Salatiga pada Februari 2021,” katanya

Terpisah Wali Kota Salatiga Yuliyanto menyatakan bersama jajaran Forkopimda bersedia untuk divaksin pertama kali. Itu bertujuan agar tidak muncul rasa takut oleh masyarakat sehingga rentan mempercayai informasi palsu (hoaks).

Pihaknya mengungkapkan, terkait rencana vaksinasi telah dijamin keamanannya dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) serta halal oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI). Kedua lembaga tersebut lanjutnya, telah mengkaji efektivitas, keamanan, efikasi, serta kehalalan vaksin Covid-19.

“Yakini jika vaksin ini bertujuan untuk melindungi kesehatan kita dan keluarga dari virus Corona,” ujarnya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved