Breaking News:

Berita Solo

Hakim Tolak Permohonan Praperadilan Lukas Jayadi, Pengacara: Kita Akan Kawal Terus 

Hakim tunggal, Bambang Hermanto, tolak permohonan praperadilan yang diajukan Lukas Jayadi di PN Solo.

Tribun Jateng/Muhammad Sholekan
Hakim tunggal, Bambang Hermanto ketika membacakan putusan permohonan praperadilan yang diajukan tersangka Lukas Jayadi dalam kasus penembakan mobil Alphard di Pengadilan Negeri (PN) Solo, Jumat (22/1/2021). 

TRIBUNJATENG.COM, SOLO - Hakim tunggal, Bambang Hermanto, tolak permohonan praperadilan yang diajukan Lukas Jayadi di Pengadilan Negeri (PN) Solo, Jumat (22/1/2021).

Pengacara Lukas Jayadi, Sandy Nayoan menyampaikan, pihaknya serahkan proses hukum kepada hakim.

"Kita akan terus mengawal proses pemeriksaan ke dapan," ucapnya setelah persidangan.

Menurutnya, meskipun di praperadilan ditolak dia akan mengawal di proses pengdilan.

"Kita lihat nanti bagaimana proses hukumnya. Pasal yang disangkakan itu 53 junto 340 KUHP tentang percobaan pembunuhan berencana atau tidak," ucapnya.

Sandy menyampaikan, pihaknya masih meyakini, apa yang dilakukan oleh kliennya sehingga sampai menjadi tersangka harus dibuktikan terlebih dahulu.

"Harusnya memenuhi 2 alat bukti yang sah. Artinya sebelum sampai tahap itu (penetapan tersangka), harus dibuktikan penyelidikan terlebih dahulu. Apalagi yang disangkakan itu pasal yang sangat serius," terangnya.

Sehingga, lanjut dia, kalau itu sudah dibuktikan akan mendapatkan kejelasan dan terang sebuah pidana. 

"Kalau pidana ini kan harus jelas dan terang. Kita hormati dan hargai putusan hakim," ungkapnya.

Dia menegaskan, polisi harus membuktikan mens rea atau niat jahat yang dilakukan oleh kliennya. Selain, menurutnya, polisi harus melakukan uji forensik terhadap tindakan penembakan yang dilakukan oleh kliennya.

Halaman
12
Penulis: Muhammad Sholekan
Editor: sujarwo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved