Breaking News:

Berita Semarang

Legenda PSIS Kenang Mantan Pelatih Senior Cornelis Soetadi yang Tutup Usia Hari Ini

Mantan pelatih PSIS Semarang Cornelis Soetadi dikabarkan meninggal dunia pada Jumat (22/1/2021) pagi. 

IST
Cornelis Sutadi mantan pelatih PSIS Semarang meninggal dunia 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Mantan pelatih PSIS Semarang Cornelis Soetadi dikabarkan meninggal dunia pada Jumat (22/1/2021) pagi. 

Berbicara soal kaitannya dengan PSIS, pria kelahiran tahun 1942 tersebut berperan cukup banyak di PSIS. Selain sempat berstatus sebagai pemain, ia juga pernah menjadi asisten pelatih dan juga pelatih di PSIS.

Soetadi merupakan mantan pemain dan pelatih PSIS. Ia sempat menjadi pelatih PSIS pada tahun 1985. Pada tahun 1987, Soetadi menjabat sebagai asisten pelatih PSIS.

Ketika itu tim Mahesa Jenar yang dibesut pelatih Sartono Anwar sukses menjadi juara perserikan di tahun 1987 setelah mengalahkan Persebaya Surabaya dengan skor tipis 1-0 di partai final.

Saat itu kemenangan PSIS ditentukan melalui gol tunggal Syaiful Amri pada menit 76.

Agus Santoso
Agus Santoso (ISTIMEWA)

Salah satu pemain yang pernah menjadi mantan anak asuh Cornelis Soetadi yakni Agus Santoso. Ia diboyong ke Semarang setelah sebelumnya memperkuat salah satu tim asal Yogyakarta.

"Ya beliau membawa saya dari salah satu tim di Jogjakarta (Sari Bumi Raya), ke Semarang buat gabung di PSIS. Banyak pemain saat itu. Sudaryanto, Prapto Suhardono, Yance Freddy, Untung Santoso, Ribut Waidi. Itu yang mendatangkan Pak Soetadi," kata Agus kepada Tribunjateng.com, Jumat siang.

Agus mengenang sosok Soetadi sebagai pelatih yang lugas, dan tidak neko-neko.

"Itu kalau melatih sederhana, lugas, permwinannya yang penting lugas, aman. Tidak neko-neko. Lain dengan Pak Sartono Anwar, sangat detail. Kalau Pak Soetadi lugas dan tegas," ucapnya.

Agus Santoso merupakan salah satu saksi sejarah ketika PSIS berhasil menjadi juara perserikatan tahun 1987.

"Sampai akhirnya juara. Saya kebetulan cadangan terus, tapi ikut dan selalu dibawa terus. Jaman dulu kalau sudah itu ya itu terus yang main. Saya dua tahun, kalau teman-teman yang dulu mungkin lebih lama. Tapi saya pribadi 1986-1987," ungkapnya.

Berbicara soal prestasi, pada tahun 1999, Soetadi lagi-lagi terlibat ketika PSIS menjuarai Liga Indonesia ketika itu ia menjabat sebagai asisten pelatih.

Adapun untuk pelatih kepala ketika PSIS juara pada waktu itu adalah Edi Paryono.  Soetadi juga sukses membawa PSIS Junior sebagai runner up Piala Soeratin 2002 dan 2003.

Pada tahun 2004, ia dipercaya membesut tim utama PSIS di Liga Indonesia X. Sayangnya kiprahnya membawa PSIS kurang mulus. PSIS kemudian menunjuk Heri Kiswanto, meneruskan tongkat estafet kepelatihan Soetadi. (*)

Penulis: Franciskus Ariel Setiaputra
Editor: sujarwo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved