Breaking News:

Liga 1

Pelatih PSIS Dragan Djukanovic Harapkan Musim Baru Liga 1 Secepatnya Dimulai

Pelatih PSIS Semarang Dragan Djukanovic berharap ketegasan dari PSSI pasca kompetisi Liga 1 musim 2020.

Tribun Jateng/Franciskus Ariel Setiaputra
Pelatih PSIS Semarang Dragan Djukanovic 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Pelatih PSIS Semarang Dragan Djukanovic berharap ketegasan dari PSSI pasca kompetisi Liga 1 musim 2020 diputuskan bubar, hasil dari keputusan dalam rapat Exco PSSI.

Dragan mengaku cukup intens mengikuti perkembang

Pelatih PSIS Semarang Dragan Djukanovic
Pelatih PSIS Semarang Dragan Djukanovic (Tribun Jateng/Franciskus Ariel Setiaputra)

an status kompetisi. Termasuk keputusan penghentian kompetisi musim 2020.

Pelatih berpaspor Montenegro tersebut mengatakan, kini publik sepakbola utamanya tim, pemain, dan para pelatih seperti ditinya menantikan kabar baik soal kapan musim yang baru bisa dimulai.

"Ya saya tahu federasi sudah memutuskan kompetisi 2020 dibatalkan. Tapi harapan kami federasi segera memutuskannya dengan lebih cepat untuk memulai musim 2021," terang Dragan Djukanovic, Jumat (22/1/2021).

Dragan diketahui merupakan salah aatu sosok yang vokal mendesak agar PSSI memberi ketegasan soal kompetisi. Ia kerap mempertanyakan sejumlah keputusan PSSI.

Soal kompetisi musim 2020 yang akhirnya dihentikan, Dragan mengaku heran sebab harus lama menunggu keputusan akhir bahwa kompetisi disetop.

Adapun pasca disetop, kompetisi musim 2020 diputuskan tak ada yang berstatus juara ataupun turun kasta. PSIS finish di urutan kelima dengan koleksi enam poin. 

"Semua pihak harus berlama-lama menunggu sebuah keputusan yang seharusnya diputuskan jauh-jauh hari. Ini seperti sebuah bencana saat kami semua harus menunggu keputusan itu selama satu tahun lamanya. Sulit dipercaya," kata Dragan.

Di sisi lain, setelah kompetisi dihentikan, Dragan menjelaskan akan fokus untuk musim baru. Namun ia belum merancang program persiapan menghadapi kompetisi baru.

Yang jelas, menurut Dragan, diperlukan waktu yang tidak singkat untuk memulai persiapan. 

Apalagi, hampir satu tahun lamanya kompetisi dalam kevakuman, membuat banyak hal harus dimulai lagi awal, khusunya persiapan tim.

"Kami butuh waktu memulainya kembali, karena semua pemain atau tim tidak ada aktivitas pertandingan dan kompetisi dalam setahun terakhir. Di saat hampir semua negara berjalan kompetisinya, di Indonesia justru berhenti," pungkasnya. (*)

Penulis: Franciskus Ariel Setiaputra
Editor: sujarwo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved