Breaking News:

PPKM Jawa Bali

PPKM Jawa-Bali Diperpanjang, Hendi Bilang Pemkot Semarang Akan Lakukan Modifikasi

Hendi, sapaannya, mengakui, banyak pihak dari berbagai sektor ekonomi, sosial, maupun budaya yang tidak menghendaki kembali diterapkan PPKM

TribunJateng.com/Eka Yulianti Fajlin
Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi menyampaikan sambutan saat rapat paripurna DPRD Kota Semarang, Jumat (22/1/2021). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) resmi diperpanjang oleh Pemerintah Pusat. PPKM yang semula berakhir pada 25 Januari, kini diperpanjang hingga 8 Februari.

Merespon hal itu, Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi menegaskan siap mengikuti kebijakan Pemerintah Pusat demi menekan penyebaran kasus Covid-19 di Kota Semarang.

Hendi, sapaannya, mengakui, banyak pihak dari berbagai sektor ekonomi, sosial, maupun budaya yang tidak menghendaki kembali diterapkan PPKM.

Pasalnya, aktivitas tempat usaha dibatasi. Hal itu tentu berpengaruh pada demand dan supply.

Jangankan pedagang kaki lima (PKL), kata dia, dengan adanya kebijakan ini pemerintah pun tidak dapat berlari kencang dalam melakukan pembangunan.

Pasalnya, pegawai yang bekerja di kantor dibatasi 25 persen sedangkan sisanya menjalani work from home (WFH).

Namun, kebijakan ini harus dijalankan untuk kepentingan bersama. 

"Mau lari cepat bagaimana kalau sebagian besar bekerja di rumah. Tapi, sekali lagi, ini untuk kepentingan bersama.

Saat negara membutuhkan sebuah keputusan bersama PPKM, kami siap menerapkan," papar Hendi, Jumat (22/1/2021).

Dia melanjutkan, Pemerintah Kota Semarang tentu akan memodifikasi kebijakan tersebut.

Menurutnya, ada beberapa poin yang akan diubah dalam Perwal Nomor 1 Tahun 2021 tentang PPKM menyesuaiakan kondisi dan kebutuhan masyarakat Kota Semarang dengan tetap mengutamakan penerapan protokol kesehatan.

Hanya saja, ia belum menyebutkan terkait perubahannya. Pihaknya perlu mengadakan evaluasi penerapan PPKM terlebih dahulu bersama Forkopimda Kota Semarang.

"Ini masih Jumat. Masih ada dua hari hingga 25 Januari. Kami akan ubah sesuai kondisi dan kebutuhan masyarakat Kota Semarang," ujarnya.

Lebih lanjut, Hendi menambahkan, Covid-19 aktif di Kota Semarang cenderung menurun selama masa PPKM. Rata-rata temuan kasus baru mencapai 100-150 per hari dari semula 250 kasus per hari. Secara kumulatif, kasus Covid-19 juga mengalami penurunan dari sebelumnya di atas 1.000 kasus, saat ini barada di angka 800 kasus.

Sementara, penderita masih didominasi oleh warga Semarang sebesar 63 persen dan warga luar kota sebesar 37 persen. (eyf)

Penulis: Eka Yulianti Fajlin
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved