Berita Temanggung
Tingkatkan Program Ketahanan Pangan, Pemkab Temanggung Gagas Varietas Padi Inpari 32
Dalam rangka tingkatkan ketahanan pangan masa pandemi, Pemkab Temanggung menggagas varietas padi baru.
Penulis: Saiful Ma sum | Editor: sujarwo
TRIBUNJATENG.COM, TEMANGGUNG - Dalam rangka meningkatkan ketahanan pangan di tengah pandemi Covid-19, Pemerintah Kabupaten Temanggung menggagas varietas padi baru jenis Inpari 32. Varietas ini dinilai cukup unggul dalam jumlah produksi dan kualitas padi yang bisa dikembangkan para petani Temanggung.
Bupati Temanggung, M Al Khadziq mengatakan, pihaknya saat ini berupaya penuh untuk mewujudkan ketahanan pangan di lingkungan masyarakat Temanggung setelah terdampak pandemi Covid-19 hampir 1 tahun. Satu di antaranya dengan mengembangkan penanaman padi varietas inpari 32.
Kata Khadziq, hasil padi jenis ini secara kuantitas bisa lebih banyak dari pada jenis lain. Dan dinilai cocok ditanam di daerah dengan kondisi cuaca yang lembab seperti Temanggung.
"Padi inpari 32 ini sedang dikembangkan oleh Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan Kabupaten Temanggung. Untuk uji coba telah dilakukan penanaman oleh kelompok tani (gapoktan) Desa Campursalam dan Kecamatan Parakan," terangnya usai mengikuti panen raya padi di Kecamatan Parakan, Kamis (21/1/2021).
Menurut Khadziq, padi inpari 32 sudah menunjukkan hasil yang maksimal setelah diujicobakan. Katanya, dalam setiap 1 hektare lahan, bisa menghasilkan hingga 10,5 ton gabah. Jumlah tersebut naik hampir dua kali lipat dari pada hasil panen padi jenis lainnya dengan perkiraan 5-8 ton.
Menurutnya, jika varietas inpari 32 ini terus dikembangkan, maka bisa menjadi bahan cadangan pangan yang bagus untuk kebutuhan beras masyarakat Kabupaten Temanggung. Terlebih bisa surplus dan bisa dijual ke luar daerah.
"Kebetulan hari ini kita laksanakan panen raya di sawah milik Pak Haji Mat Nur bersama Kelompok Tani Mapan. Ini bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten untuk menyiapkan cadangan pangan yang cukup bagi seluruh masyarakat. Mengingat sejak kemarin di masa pandemi Covid-19 ini ada kekhawatiran bakal terjadi penurunan ekonomi dan juga ancaman krisis pangan. Semoga dengan adanya varietas baru inpari 32, cadangan pangan di Kabupaten Temanggung bisa meningkat, efisiensi lahan pertanian, efisiensi budidaya hingga usaha pertanian bisa terus maju," harapnya.
Kepala Balai Penyuluhan Pertanian Kecamatan Parakan, Taryono menyebutkan, kelebihan inpari 32 adalah produksinya yang tinggi, tanamannya tahan rebah, tahan di tempat yang kurang air, dan masa tanam yang relatif sedang 115-117 hari.
"Saat panen ditanam di sawah oleh Badan Pusat Statistik ternyata keluarnya 10,5 ton per hektare. Padahal padi umumnya 1 hektare rata-rata hasilnya 6 ton. Tetapi, padi jenis ini akan lebih bagus jika tidak kebanyakan air saat menanam biar tidak terserang hama wereng," katanya.
Pemilik UD Mapan, Mat Nur menambahkan, inpari 32 ini menurutnya cocok di tanam di wilayah Kabupaten Temanggung yang kondisinya cenderung lembab dan tahan terhadap penyakit busuk daun.
Ia pun mengaku sudah tiga kali menanam padi menggunakan benih inpari 32. Hasilnya sesuai dengan harapan selagi diimbangi pemupukan yang berimbang serta pengolahan tanah yang baik.
Sepertihalnya pupuk rekomendasi dari pabrikan, berupa pupuk Petro dengan perbadingan 5:3:2, yakni 5 organik, 3 phonska, dan 2 pupuk urea hingga menyesuaikan umur.
"Biasanya dengan benih lain paling banyak kami panen 8 ton. Dengan inpari 32 ini kami bisa panen sampai 10,5 ton. Jadi ada kenaikan 25 persen dibanding sebelumnya," ujar Mat Nur. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/panen-raya-padi-varietas-inpari-32.jpg)