Breaking News:

Puisi

Puisi Tentu. Kau Boleh Sapardi Djoko Damono

Puisi Tentu. Kau Boleh Sapardi Djoko Damono: Tentu. Kau boleh saja masuk masih ada ruang di sela-sela butir darahku. Tak hanya ketika rumahku sepi,

Gramedia.com
Sapardi Djoko Damono, penyair Indonesia angkatan 1970-an. 

Puisi Tentu. Kau Boleh Sapardi Djoko Damono

TRIBUNJATENG.COM - Puisi Tentu. Kau Boleh Sapardi Djoko Damono:

Tentu. Kau Boleh

Tentu. Kau boleh saja masuk
masih ada ruang
di sela-sela butir darahku.
Tak hanya ketika rumahku sepi,
angin hanya menyentuh gorden,
laba-laba menganyam jaring,
terdengar tetes air keran
yang tak ditutup rapat;
dan di jalan
sama sekali tak ada orang
atau kendaraan lewat.
Tapi juga ketika turun hujan,
angin tempias lewat lubang angin,
selokan ribut dan meluap ke pekarangan,
genting bocor dan aku capek
menggulung kasur dan mengepel lantai.
Tentu. Kau boleh mengalir
di sela-sela butir darahku,
keluar masuk dinding-dinding jantungku,
menyapa setiap sel tubuhku.
Tetapi jangan sekali-kali
pura-pura bertanya kapan boleh pergi
atau seenaknya melupakan
percintaan ini.
              Sampai huruf terakhir
sajak ini, Kau-lah yang harus
bertanggung jawab
atas air mataku.

(*)

Penulis: iam
Editor: abduh imanulhaq
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved