Breaking News:

Berita Tegal

888 Nakes di RSUD dr Soeselo Slawi Ikut Vaksinasi , Guntur: Semuanya Harus Selesai Dalam Empat Hari

Nakes dan tenaga penunjang di RSUD dr Soeselo Slawi Kabupaten Tegal hari ini laksanakan vaksinasi Covid.

Tribun Jateng/Desta Leila Kartika
Pelaksanaan vaksinasi Covid-19 tahap pertama di RSUD dr Soeselo Slawi Kabupaten Tegal, Senin (25/1/2021). Sebanyak 888 nakes terdaftar akan mengikuti vaksinasi yang berlangsung selama empat hari mulai 25-28 Januari 2021. 

TRIBUNJATENG.COM, SLAWI - Tenaga kesehatan dan tenaga penunjang di RSUD dr Soeselo Slawi Kabupaten Tegal, hari ini Senin (25/1/2021) melaksanakan vaksinasi Covid-19 berlokasi di Gedung Rajawali.

Total Nakes dan tenaga penunjang di RSUD dr Soeselo Sl

Pelaksanaan vaksinasi Covid-19 tahap pertama di RSUD dr Soeselo Slawi Kabupaten Tegal, Senin (25/1/2021). Sebanyak 888 nakes terdaftar akan mengikuti vaksinasi yang berlangsung selama empat hari mulai 25-28 Januari 2021.
Pelaksanaan vaksinasi Covid-19 tahap pertama di RSUD dr Soeselo Slawi Kabupaten Tegal, Senin (25/1/2021). Sebanyak 888 nakes terdaftar akan mengikuti vaksinasi yang berlangsung selama empat hari mulai 25-28 Januari 2021. (Tribun Jateng/Desta Leila Kartika)

awi yang terdaftar mengikuti vaksin Covid-19 sebanyak 888 orang.

Direktur RSUD dr Soeselo Slawi, Guntur Muhammad Taqwin menuturkan, 888 Nakes tersebut harus selesai tervaksinasi dalam waktu empat hari mulai tanggal 25-28 Januari 2021 untuk tahap pertama.

Nantinya ada jeda 14 hari baru dilanjutkan vaksinasi tahap kedua. Karena seperti informasi yang diberikan sebelumnya, pelaksanaan vaksin Covid-19 sebanyak dua kali. 

Adapun target penyelesaian vaksinasi selama empat hari merupakan ketentuan dari Pemerintah Provinsi dan Kementerian Kesehatan RI. 

"Perkembangan Covid-19 di Kabupaten Tegal tren nya menurun, sama hal nya di RSUD dr Soeselo yang menjadi rujukan pasien Covid-19. Saat ini yang dirawat sekitar 49 orang atau 50 persennya. Jika dibandingkan pada kasus tertinggi di November mencapai 95 persen. Sehingga dengan adanya imunisasi vaksin Sinovac paling tidak jumlah kasus akan terus berkurang," kata Guntur, pada Tribunjateng.com, Senin (25/1/2021).

Menurut Guntur masyarakat tidak perlu takut divaksin, karena sesuai hasil riset oleh para ahli efikasi dari vaksin Covid-19 (Sinovac) sebesar 65 persen. Di atas standar WHO yang sebesar 50 persen.

Selain itu terkait angka penemuan KIPI (Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi) sangat minim.

"Kami menyiapkan empat meja, pertama adalah meja untuk pendaftaran dan verifikasi data, meja dua untuk skrining kesehatan, misal ada yang tidak memenuhi syarat maka vaksiansinya harus ditunda. Meja tiga untuk penyuntikan vaksin Sinovac, dan yang terkahir meja empat yaitu meja observasi. Karena setelah disuntik vaksin, harus observasi dulu selama 15-30 menit untuk mengecek terjadi KIPI atau tidak," paparnya.

Halaman
12
Penulis: Desta Leila Kartika
Editor: sujarwo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved