Breaking News:

Berita Temanggung

Bupati Temanggung Al Khadziq Gagal Divaksin pada Tahap Pertama, Ini Penyebabnya

Bupati Temanggung M Al Khadziq gagal disuntik vaksin Covid-19 pada tahap pertama vaksinasi.

TRIBUNJATENG.COM, TEMANGGUNG - Bupati Temanggung M Al Khadziq gagal disuntik vaksin Covid-19 pada tahap pertama vaksinasi di Kabupaten Temanggung. Selain itu, sejumlah pejabat penting di Temanggung juga tidak lolos screening sehingga tidak bisa dilakukan vaksinasi.

Mereka adalah Sekda Temanggung Hary Agung Prabowo, Dandim 0706/Temanggung Letkol CZI Kurniawan Hartanto, Ketua DPRD Yunianto, Kepala Pelaksana BPBD Dwi Sukarmei dan Kepala Kejaksaan Negeri Temanggung. 

Hanya Kapolres AKBP Benny Setyowadi dari jajaran Forkompimda yang lolos screening dan dapat dilakukan vaksinasi Covid-19.

Bupati Temanggung, M Al Khadziq mengatakan, sedianya ada 10 orang dari jajaran Forkompimda hingga tokoh agama, budayawan dan juga tokoh masyarakat yang menjadi percontohan vaksinasi tahap pertama. Hanya saja, separo di antaranya tidak bisa dilakukan vaksinasi karena tekanan darah yang tinggi (hipertensi) di atas batas ketentuan 140/90 mmHg.

"Sebagai percontohan vaksinasi ada 10 orang pemimpin dan tokoh masyarakat. Memang beberapa orang tidak bisa divaksin karena tekanan darahnya tinggi. Seperti saya, Ketua DPRD,

Vaksinasi Covid-19 tahap pertama menyasar Forkompimda dan Nakes di Temanggung, Senin (25/1/2021).
Vaksinasi Covid-19 tahap pertama menyasar Forkompimda dan Nakes di Temanggung, Senin (25/1/2021). (TRIBUNJATENG/SAIFUL MA'SUM)

pak Sekda, pak Dandim dan pak Kajari," terang Khadziq usai vaksinasi Covid-19 di Pendopo Pengayoman, Senin (25/1/2021).

Khadziq menuturkan, berdasarkan arahan dari Dinas Kesehatan, pejabat yang tidak lolos screening vaksinasi akan dilakukan treatmen selama 2 pekan guna menurunkan tensi darah. Setelah itu, bisa mengikuti proses screening kembali pada termin kedua vaksinasi.

Di lain sisi, ia memastikan, vaksin Covid-19 tahap pertama saat ini sudah terdistribusikan ke fasilitas kesehatan yang ada. Meliputi 26 puskesmas, 4 rumah sakit dan 2 klinik. Ia mengajak kepada masyarakat agar bersiap-siap manakala jatah vaksin untuk warga Temanggung sudah tiba. 

"Kita berharap vaksin ini membantu tubuh membentuk antibodi. Sehingga kegiatan masyarakat nantinya kembali berjalan sebagaimana mestinya. Kapada masyarakat, jangan percaya issu berita hoax yang menakut-nakuti dampak vaksinasi yang belum bisa dibuktikan kebenarannya," ujarnya. 

Kepala Dinkes Temanggung, Suparjo menegaskan, sejumlah perjabat yang tidak bisa dilakukan vaksinasi dikarenakan mempunyai penyakit komorbit yaitu hipertensi. 

Halaman
12
Penulis: Saiful Ma'sum
Editor: sujarwo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved