Breaking News:

Berita Karanganyar

Disuntik Vaksin, Bupati Juliyatmono: Tidak Sakit dan Tidak Merasakan Efek Samping

Bupati Karanganyar, Juliyatmono tidak merasakan sakit dan efek samping usai disuntik vaksin sinovac.

TRIBUNJATENG.COM, KARANGANYAR -  Bupati Karanganyar, Juliyatmono tidak merasakan sakit dan efek samping usai disuntik vaksin sinovac di Puskesmas Karanganyar, Senin (25/1/2021). Selain Juliyatmono, jajaran Forkopimda Karanganyar, perwakilan MUI dan IDI juga menjadi penerima vaksin

Sesuai mekanisme penyuntikan, mereka terlebih dahulu melakukan pendaftaran terlebih dahulu untuk kemudian menjalani screening yang dilakukan oleh petugas kesehatan. Apabila hasil screening dinyatakan layak untuk menerima vaksin, mereka lantas menuju bilik tiga untuk dilakukan penyuntikan. 

Setelah disuntik vaksin, penerima vaksin harus menunggu selama 30 menit untuk mengetahui apakah ada kejadian ikutan pasca imunisasi. 

"Tidak ada reaksi, nyaman. Ini yang nyuntik hebat, saya apresiasi karena sama sekali tidak terasa sakit. Saya juga tidak merasakan ada efek apapun," katanya kepada Tribunjateng.com, Senin (25/1/2021). 

Dia berharap, masyarakat tidak perlu cemas dan khawatir apabila nanti tiba saatnya menerima vaksin. Pasalnya, Yuli sapaan akrabnya sudah mencoba dan sama sekali tidak terasa sakit serta tidak ada pengaruh apapun. 

Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Karanganyar, Purwati menyampaikan, Kabupaten Karanganyar mendapatkan sejumlah 6.960 dosis vaksin sinovac untuk dua kali penyuntikan terhadap nakes dan 10 tokoh. 

"Penyuntikan pertama ini 3.459 dosis ditambah 10. Untuk nakes dan tokoh. Penyuntikan dilakukan dua kali dalam rentang dua minggu," ucapnya. 

Dia menjelaskan, setelah jajaran Forkopimda menjalani penyuntikan vaksin, nakes yang ada di 23 fasyankes juga akan disuntik vaksin. Sejumlah 23 fasyankes tersebut terdiri dari 21 puskesmas dan RSUD Karanganyar serta Rumah Sakit dr Siswanto Lanud Adi Soemarmo.

"Kita target satu fasyankes minimal melayani (penyuntikan vaksinasi) 50 nakes. Kalau rumah sakit minimal 150 nakes. Kita berharap penyuntikan vaksin selesai pada Februari. Setelah itu baru petugas pelayanan publik," pungkasnya. (*)

Penulis: Agus Iswadi
Editor: sujarwo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved