Breaking News:

Berita Karanganyar

PPKM di Karanganyar Diperpanjang, PKL Boleh Jualan hingga Pukul 20.00

Pemkab Karanganyar memperpanjang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) hingga Senin (8/2). 

Tribun Jateng/Agus Iswadi
Bupati Karanganyar, Juliyatmono. 

TRIBUNJATENG.COM, KARANGANYAR - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar memperpanjang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) hingga Senin (8/2/2021). 

Kendati demikian, PKL yang berjualan di fasilitas umum dan sosial diperbolehkan beroperasi hingga pukul 20.00. Seperti diketahui sebelumnya, sejak awal diberlakukannya PPKM, PKL di Alun-alun, Taman Pancasila dilarang berjualan selama dua pekan. Pemkab sudah memberikan uang senilai Rp 300 ribu kepada sebanyak 626 orang sebagai bentuk kompensasi. 

Bupati Karanganyar, Juliyatmono menyampaikan, para PKL sudah mematuhi aturan dari pemerintah untuk tidak berjualan selama PPKM tahap pertama. Sehingga selama perpanjangan PPKM,mereka diperbolehkan berjualan hingga pukul 20.00. 

"Mereka kan di fasilitas umum. Sekarang kita izinkan untuk digunakan (berjualan). Waktunya sama dengan yang lain (toko dan warung), sampai pukul 20.00," katanya kepada Tribunjateng.com, Senin (25/1/2021). 

Selain PKL diperbolehkan beroperasi selama perpanjangan PPKM, lanjut Yuli sapaan akrabnya, warga yang menggelar hajatan juga diperbolehkan untuk menyertakan hiburan. Meski begitu, aturan hajatan tetap sama yakni menggunakan konsep banyu mili, tidak ada kursi dan hidangan dibungkus untuk dibawa pulang. 

"Hajatan tetap banyu mili, tidak ada kursi. Kalau hiburan di siang hari monggo. Malam hari tidak boleh," jelasnya. 

Kepala Satpol PP Karanganyar, Yophy Eko Jati Wibowo menambahkan, sesuai arahan dari Bupati Karanganyar, Satpol PP diminta supaya tetap memberikan edukasi kepada masyarakat. Dengan begitu diharapkan muncul kesadaran dari masyarakat supaya taat protokol kesehatan. 

"Butuh tanggung jawab dan kerja sama. Sekarang PKL sudah diberikan kelonggaran. Ekonomi jalan tapi protokol diperketat," imbuhnya. 

Dia sudah mengusulkan kepada Bupati Karanganyar terkait tindakan terhadap masyarakat atau pihak toko yang melanggar aturan.
"Misal toko membiarkan pembeli tidak cuci tangan dan tidak pakai masker, kita tutup sehari," pungkasnya

Penulis: Agus Iswadi
Editor: sujarwo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved