Breaking News:

Berita Banyumas

Residivis Kasus Curanmor Kembali Berulah di Banyumas, Polisi Bekuk Pencuri dan Penadah

Polresta Banyumas amankan lima orang pelaku curanmor, masing-masing dua pencuri dan tiga penadah motor. curian. 

TRIBUNBANYUMAS/Permata Putra Sejat
Konferensi pers terkait kasus curanmor di halaman Polresta Banyumas, pada Senin (25/1/2021). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, PURWOKERTO - Polresta Banyumas amankan lima orang pelaku curanmor, masing-masing adalah dua orang pencuri dan tiga orang lainnya adalah penadah motor curian. 

Kelima pelaku adalah AE (33) warga Desa Tinggarjaya Jatilawang, IB (39), warga Kelurahan Teluk Purwokerto Selatan, RT (31) warga Berkoh Purwokerto Selatan, AA (32) warga Desa Sumbang Kecamatan Sumbang dan AP (35) warga Dukuh waluh, Kembaran. 

Pelaku sudah melakukan aksinya sebanyak 13 kali di beberapa lokasi berbeda di Banyumas

Adapun aksi pencuriannya terjadi di Kecamatan Purwokerto Utara satu kali, Kecamatan Wangon dua kali, Kecamatan Jatilawang enam kali, Kecamatan Patikraja satu kali, Kecamatan Cilongok satu kali, dan Kecamatan Rawalo dua kali.

"Pelaku adalah residivis kasus lama yaitu pencurian dengan pemberatan.  Terpaksa kita tembak, karena pelaku utama yaitu AA dan AP, mencoba melawan," ujar Kapolresta Banyumas, Kombes Pol Muchamad Firman Lukmanul Hakim, kepada Tribunbanyumas.com, saat konferensi pers, pada Senin (25/1/2021). 

Diketahui para pelaku sudah melakukan aksinya sejak Oktober 2020. 

Modus yang dilakukan oleh pelaku adalah dengan mengambil sepeda motor yang biasanya terparkir di masjid saat sedang salat, ataupun di area persawahan yang diparkir sembarangan. 

Uang hasil penjualan motor curian ini adalah untuk kebutuhan sehari-hari. 

"Kita melakukan penulusuran juga, melalui media sosial.  Untuk jenis motornya, pelaku dapat mencuri jenis motor apa saja, setelah mencuri kemudian dijual melalui penadah," ujar Kasat Reskrim Polresta Banyumas, Kompol Berry.  

Dari tangan pelaku diamankan barang bukti berupa kunci Y, mata kunci berbentuk lancip dan pipih, uang tunai Rp 1.4 juta dan 13 sepeda motor dari berbagai merk. 

Pelaku dikenakan pasal 363 ayat 1 ke 4 dan 5 KUHP dengan hukuman penjara paling lama tujuh tahun penjara, sedangkan untuk penadah diterapkan pasal 480 KUHP dengan ancaman penjara 5 tahun. (*) 

Penulis: Permata Putra Sejati
Editor: sujarwo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved