Breaking News:

Berita Temanggung

BPBD Temanggung Bentuk 4 Desa Tangguh Bencana 2021

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Temanggung bakal membentuk 4 desa tangguh bencana pada 2021.

TRIBUNJATENG/SAIFUL MA'SUM
Kepala Pelaksana BPBD Temanggung, Dwi Sukarmei. 

TRIBUNJATENG.COM, TEMANGGUNG - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Temanggung bakal membentuk 4 desa tangguh bencana pada 2021. Jumlah tersebut bakal melengkapi 16 desa tangguh bencana yang sudah terbentuk dalam beberapa tahun terakhir.

Longsor terjadi di Kecamatan Kandangan Temanggung beberapa waktu lalu.
Longsor terjadi di Kecamatan Kandangan Temanggung beberapa waktu lalu. (Tribun Jateng/Saiful Ma'sum)

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Temanggung, Dwi Sukarmei mengatakan, keempat desa adalah Desa Tegalrejo Kecamatan Ngadirejo, Caturanom Kecamatan Parakan, Losari Kecamatan Tlogomulyo, dan Desa Tlahab Kecamatan Kledung.

Desa tangguh bencana disiapkan melalui bimbingan teknis penanggulangan kebencanaan  kepada warga setempat agar tanggap dalam menghadapi bencana yang datang tanpa mengenal waktu.

"Sebelumnya, Kabupaten Temanggung telah memiliki 16 desa tanggap bencana. Di tahun ini akan menambah empat desa," terangnya, Selasa (26/1/2021).

Sukarmei menuturkan, desa-desa terpilih akan dibentuk menjadi desa siaga bencana lantaran desa tersebut termasuk desa rawan bencana. Artinya, bencana alam sering terjadi di wilayah desa baik berupa tanah longsor, banjir, angin ribut, maupun bencana-bencana lainnya.

"Salah satu kriteria pembentukan desa tanggap bencana karena menjadi langganan bencana. Maka dari itu dibentuk tim yang tangguh bencana agar bisa menanggulanginya dengan maksimal dalam keadaan darurat," tuturnya.

Sukarmei berharap, dengan dibentuknya desa tanggap bencana secara bertahap di Temanggung, nantinya masyarakat dapat menanggulangi bencana yang datang dengan segera sebelum tim BPBD ke lokasi.

"Desa tangguh bencana dibentuk dengan harapan, desa ini bisa mandiri dalam mengatasi bencana, melakukan mitigasi, dan meminimalkan korban yang ada," terangnya. 

Menurutnya, bencana yang ada di Kabupaten Temanggung ini tidak lepas dari letak geografis wilayah perbukitan. Sehingga menyebabkan banyaknya tanah  longsor menjadi bencana alam paling dominan. 

Ia menyebutkan, berdasarkan catatan 2020, di Kabupaten Temanggung terjadi 117 bencana tanah longsor. Sedangkan kecamatan dengan kasus tertinggi yaitu Kaloran ada 17 kejadian, kemudian di Kecamatan Pringsurat 14 kejadian, lainnya 3-5 kejadian. (*)

Penulis: Saiful Ma'sum
Editor: sujarwo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved