Breaking News:

Berita Demak

PHRI Demak Keberatan dengan PPKM: Perketat Prokesnya, Jangan Jam Operasi Dipotong

Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat di Kabupaten Demak diperpanjang hingga 8 Februari 2021.

Istimewa
Ketua BPC PHRI Demak Santoso penerapan perpanjangan PPKM memberatkan. Ia meminta pemerintah tidak memotong jam operasi sektor usaha, tetap memperketat penerapan protokol kesehatan di sektor usaha. 

TRIBUNJATENG.COM, DEMAK - Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Kabupaten Demak diperpanjang hingga 8 Februari 2021.

Hal itu tertuang dalam Surat Edaran Bupati Demak Nomor 440.1/ 3 tahun 2021.

Terkait hal itu, Ketua Badan Pimpinan Cabang Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Demak Santoso mengatakan pemberlakukan itu memberatkan pihaknya.

"Sebelum perpanjangan PPKM ini diberlakukan, kami sudah menolak, kami sudah keberatan, kami sudah melayangkan surat ke bupati."

"Kondisi pandemi sudah berat. Begitu diberlakukan PPKM 11-25 Januari 2021 omset turun drastis hingga 50 persen," katanya saat dihubungi Tribunjateng.com, Selasa (26/1/2021).

Dia meminta pemerintah lebih bijak lagi dalam merumuskan kebijakan. Pasalnya, kebijakan pembatasan beroperasi usaha dinilai kurang tepat. Hal itu sama saja mematikan usaha masyarakat.

"Solusinya ya diperketat protokol kesehatannya.  Jangan waktu kerjanya yang dipotong. Kalau gak kerja kita mau makan apa," imbuhnya.

Santoso menambahkan, pihaknya bisa lebih menerima aturan perpanjangan PPKM karena didalamnya terdapat pelonggaran jam beroperasi sektor kuliner.

Kendat demikian, secara umum, hal itu tetap memberatkan pihaknya.

"kita mengikuti intruksi mendagri dan gubernur. Kami tidak berani ambil risiko. Tapi petugas lapangan sudah menyesuaikan. Itu saja jawabannya," tandasnya.

Halaman
12
Penulis: Muhammad Yunan Setiawan
Editor: sujarwo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved