Breaking News:

Berita Sukoharjo

Warga Sampai Sesak Nafas Hirup Bau Busuk Limbah PT RUM Sukoharjo, Halo Pak Bupati?

Tiga warga terdampak bau limbah PT RUM mendesak Bupati Sukoharjo untuk segera mencabut izin lingkungan.

Istimewa
Tiga warga terdampak PT RUM kirimkan surat untuk Bupati Sukoharjo desak pencabutan izin lingkungan, Selasa (26/1/2021). 

TRIBUNJATENG.COM, SUKOHARJO - Tiga warga terdampak PT Rayon Utama Makmur (RUM) mendesak Bupati Sukoharjo untuk segera mencabut izin lingkungan.

Desakan tersebut melalui surat tertulis yang ditulis oleh 3 perwakilan warga korban pencemaran PT RUM.

Pengacara Publik YLBHI-LBH Semarang, Nico Wauran menyampaikan pencemaran yang dilakukan oleh PT RUM di Kecamatan Nguter, Kabupaten Sukoharjo semakin parah.

"Bau busuk hasil produksi PT RUM yang setiap hari, baik pagi, siang, maupun malam hari terus dikeluarkan membuat warga yang menghirupnya menjadi pusing, mual, dan sesak nafas," ucapnya, Selasa (26/1/2021).

Menurutnya, sejak awal beroperasi, pada akhir Oktober 2017, perusahaan yang memproduksi serat rayon terus mengeluarkan bau tidak enak yang menyengat.

"Warga yang banyak yang mengeluhkan sesak nafas, karena setiap hari harus menghirup bau seperti septic tank dan bahan kimia.

Selain itu juga bau comberan," ungkapnya.

Nico menyampaikan, PT RUM juga  mengeluarkan limbah cair yang kadang berwarna kuning, hitam, dan keruh.

"Limbah itu dibuang ke sungai desa yang mengalir sampai ke sungai Bengawan Solo," jelasnya.

Dia mengungkapkan, kondisi itu diperparah dengan adanya kebijakan PPKM.

"Di mana pemerintah dalam hal ini mengajurkan untuk berdiam diri di rumah, akan tetapi warga dibiarkan menghirup bau busuk yang berasal dari PT RUM," tandasnya.

(kan)

Penulis: Muhammad Sholekan
Editor: Daniel Ari Purnomo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved