Breaking News:

Berita Solo

11 Terdakwa Kasus Metrodanan Solo Dituntut Jaksa Penjara Paling Lama 2 Tahun

Sebanyak 11 terdakwa kasus intoleransi di Metrodanan, Pasar Kliwon Solo dituntut hukuman penjara paling lama 2 tahun.

Istimewa
Para terdakwa kasus perusakan dan penganiayaan di Metrodanan, Pasar Kliwon saat dihadirkan dalam rilis di Polresta Solo beberapa waktu lalu. 

TRIBUNJATENG.COM, SOLO - Sebanyak 11 terdakwa kasus intoleransi di Metrodanan, Pasar Kliwon, Solo dituntut Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Semarang (Kajari) dalam sidang online di Pengadilan Negeri (PN) Semarang, Selasa (26/1/2021).

Para terdakwa dituntut hukuman yang beragam antara 1 tahun 3 bulan dan 2 tahun penjara.

"Total ada 11 terdakwa yang disidangkan kemarin.

Ada yang dijerat dengan Pasal 170 dan 160 KUHP," terang Humas PN Semarang Eko Budi Supriyanto saat dikonfirmasi, Rabu (27/1/2021) siang.

Berdasarkan data yang diperoleh, terdakwa Budidoyo dan Sugiyato dituntut 2 tahun penjara.

Terdakwa Agus Nugroho dan Surono 1 tahun 3 bulan.

Sisanya Tri Hartono, Mochammad Syakir, Muhamad Misran, Wahyudin, Maryanto, Muhamad Lazmudi dan Arif Nugroho dituntut  1 tahun dan 6 bulan oleh JPU. 

Eko menyampaikan, terdakwa Tri Hartono, Mochammad Syakir, Muhamad Misran, Wahyudin, Maryanto dan Muhamad Lazmudin dijerat Pasal 170 KUHP tentang Pengeroyokan.

Sedangkan, Agus Nugroho, Surono, Sutarto, Sugiyanto dan Arif Nugroho dituntut hukuman penjara atas dakwaan melanggar Pasal 160 KUHP tentang Penghasutan Penganiayaan.

Sementara, Kasi Pidum Kejari Kota Solo, Cahyo Madriastrianto saat dikonfirmasi enggan untuk memberikan informasi terkait sidang tuntutan kasus intoleransi tersebut. 

Seperti diketahui, aksi perusakan dan penganiayaan terjadi di Kawasan Mertodranan, Kelurahan/Kecamatan Pasar Kliwon, Kota Solo pada Sabtu (8/8/202) lalu.

Perusakan dan penganiayan itu terjadi di tengah penyelenggaraan midodareni yang diselenggarakan oleh salah seorang warga.

Beruntung tidak ada korban jiwa, namun tiga orang mengalami luka-luka.

(kan)

Penulis: Muhammad Sholekan
Editor: Daniel Ari Purnomo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved