Selasa, 9 Juni 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Internasional

Ibu Kota Arab Saudi Diguncang Ledakan Besar

Tidak ada reaksi langsung dari Arab Saudi, yang telah berulang kali diserang rudal atau pesawat tak berawak.

Tayang:
Kompas.com/Istimewa
Serangan udara yang diluncurkan Houthi sebelumnya jarang sekali mencapai ibu kota Riyadh. (AFP PHOTO/FRANCK FIFE) 

TRIBUNJATENG.COM, RIYADH - Pada Selasa (26/1/2021), sebuah ledakan besar mengguncang Riyadh

Tiga hari sebelumnya, Arab Saudi berhasil mencegat proyektil yang ditembakkan di atas ibu kota.

Tidak ada reaksi langsung dari Arab Saudi, yang telah berulang kali diserang rudal atau pesawat tak berawak.

Wajah Mochtar Anak Kandung Gugat Ayah Koswara Rp 3 Miliar, Masih Ngotot Perjuangkan Keadilan

Suami Jebak Istri Taruh Sabu di Jok Motor agar Ditangkap Polisi, Ternyata gara-gara Ini

Menteri Nadiem Isyaratkan Pembelajaran Tatap Muka di Sekolah Dibuka, Apakah Jateng Siap?

Pelukis Ini Dihubungi Produsen Aqua Seusai Gambarnya Viral

Serangan yang disebut dilakukan oleh pemberontak Houthi di negara tetangga Yaman, sudah terjadi sejak 2015.

“Ledakan itu mengguncang jendela di ibu kota Saudi sekitar pukul 1 siang waktu setempat (17:00 WIB),” kata saksi mata, melansir Al Jazeera pada Selasa (26/1/2021).

Beberapa warga di media sosial melaporkan mendengar dua ledakan.

TV Al Arabiya milik Arab Saudi mengutip laporan lokal tentang ledakan dan video yang beredar di media sosial terkait sebuah rudal yang dicegat di Riyadh.

Televisi pemerintah melaporkan pada Sabtu (23/1/2021), koalisi yang dipimpin Arab Saudi, yang mendukung pemerintah Yaman yang diakui secara internasional melawan Houthi, mengatakan pihaknya menghadang dan menghancurkan "target udara musuh" menuju Riyadh.

Pernyataan singkat itu tidak mengidentifikasi sumber target.

Sementara Houthi mengatakan mereka tidak terlibat.

Bandara Internasional Raja Khaled Riyadh mengatakan ada sejumlah penundaan penerbangan setelah insiden Sabtu (23/1/2021).

Arab Saudi telah memimpin intervensi militer terhadap Houthi sejak 2015 dan telah berulang kali menjadi target serangan lintas batas.

Namun, jarang sekali drone atau rudal yang diluncurkan oleh Houthi mencapai ibu kota kerajaan - sekitar 700 km (435 mil) dari perbatasan.

Insiden itu terjadi hanya beberapa hari setelah Joe Biden dilantik sebagai Presiden AS, menggantikan Donald Trump.

Pada Senin (25/1/2021), pemerintahan Biden membekukan sanksi atas kesepakatan dengan Houthi selama satu bulan.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved