Breaking News:

Pemerintahan Biden Umumkan Pemulihan Hubungan dengan Palestina

Kebijakan itu membalikkan keputusan pemerintahan Trump, dan menjadi elemen kunci mendukungan solusi konflik puluhan tahun antara Israel dan Palestina.

AP PHOTO/PATRICK SEMANSKY
Presiden AS Joe Biden 

TRIBUNJATENG.COM, WASHINGTON DC - Pemerintahan Presiden AS, Joe Biden mengumumkan langkah pemulihan hubungan dengan Palestina, dan memperbarui bantuan untuk pengungsi Palestina.

Kebijakan itu membalikkan keputusan pemerintahan Trump, dan menjadi elemen kunci dalam dukungan solusi konflik puluhan tahun antara Israel dan Palestina.

Pejabat Duta Besar AS, Richard Mills membuat pengumuman tentang pendekatan Biden itu dalam pertemuan tingkat tinggi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) yang diadakan secara virtual, pada Selasa (26/1), melansir AP.

Mills mengatakan, pemerintahan AS mempertahankan cara terbaik, yaitu dengan memastikan masa depan Israel sebagai negara Yahudi yang demokratis.

Di saat yang sama juga menjunjung tinggi aspirasi sah rakyat Palestina untuk negara mereka sendiri, dan untuk hidup dengan martabat dan keamanan.

Mills memperjelas pendekatan pemerintahan Biden yang lebih adil terhadap konflik Israel-Palestina.

"Di bawah pemerintahan baru, kebijakan Amerika Serikat akan mendukung solusi dua negara yang disepakati bersama, di mana Israel hidup berdampingan dengan negara Palestina dengan aman dan damai," paparnya.

Dia menambahkan, perdamaian tidak dapat diterapkan di kedua sisi, tanpa partisipasi dan persetujuan dari Israel dan Palestina dalam kesepakatan 'solusi akhir'.

"Untuk memajukan tujuan ini, pemerintahan Biden akan memulihkan keterlibatan AS yang kredibel dengan Palestina serta Israel. Ini akan melibatkan pembaruan hubungan AS dengan kepemimpinan Palestina dan rakyat Palestina,” ucapnya.

Menurut dia, Presiden Biden bermaksud untuk memulihkan program bantuan AS yang mendukung program pembangunan ekonomi, dan bantuan kemanusiaan kepada rakyat Palestina.

Langkah-langkah untuk membuka kembali hubungan diplomatik yang ditutup oleh pemerintahan AS sebelumnya juga akan dijalankan. (Kompas.com)

Editor: Vito
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved