Breaking News:

Berita Tegal

Berkah Pandemi Covid-19, Penjualan Sepatu Lukis Keke Meningkat Sampai Pernah Tolak Pesanan.

Adanya pandemi Covid-19 tak selalu berdampak negatif, inilah yang tercermin dari Marieke Kurnia Lestari.

TRIBUNJATENG.COM, SLAWI - Adanya pandemi Covid-19 tidak selalu berdampak negatif, inilah yang tercermin dari penjual sepatu lukis, Marieke Kurnia Lestari (38), yang mengaku penjualannya meningkat pesat saat pandemi melanda.

Ide membuka usaha di bidang keraji

Marieke Kurnia Lestari (38), saat sedang melukis pesanan milik customer nya, Kamis (28/1/2021).
Marieke Kurnia Lestari (38), saat sedang melukis pesanan milik customer nya, Kamis (28/1/2021). (Tribun Jateng/Desta Leila Kartika)

nan sejak 2016 lalu, berawal dari hobi dan memang memiliki bakat melukis, akhirnya memilih untuk menekuni usaha diawali dengan melukis di batu, lukisan kain perca, lukisan di kanvas, dan membuat pernak pernik yang semuanya dilukis. 

Lambat laun semakin berkembang dan menambah kreasi dengan melukis kaos motif shibori atau jumputan, jilbab, dan paling terbaru sekitar 1,5 tahun ini yaitu sepatu lukis. 

"Dari kecil saya memang hobi melukis tapi tidak pernah kepikiran untuk membuka usaha di bidang tersebut. Setelah saya keluar dari tempat kerja, baru mulai muncul keinginan membuat awalnya pun iseng melukis sepatu sendiri dan di posting ke Instagram, ternyata mendapat respon positif dan pada pesan akhirnya saya fokus ke sepatu lukis," ungkap Marieke, saat ditemui di rumahnya, Kamis (28/1/2021). 

Perempuan yang memiliki nama panggilan Keke ini mengaku, sempat khawatir bisnisnya akan terganggu karena adanya pandemi Covid-19

Namun ia tidak menyangka penjualannya malah semakin meningkat, teruma sepatu lukis baik untuk anak-anak atau pun dewasa. 

Dikatakan, yang biasanya sebelum pandemi Covid-19 ia menjual paling sedikit satu sampai tiga sepatu lukis itu pun tidak mesti setiap hari ada pesanan. 

Saat pandemi melanda Keke bisa menjual sampai 30 pcs sepatu lukis per bulan. Paling ramai saat tren sepeda gencar di masyarakat.  Sedangkan untuk pemasaran, kalau di Indonesia paling jauh ke daerah Maluku, dan kalau ke luar negeri pernah ada yang memesan kaos lukis dari Belanda.

"Kalau harga sebetulnya bergantung kerumitan motif dan pesanan dari customer, kalau semakin sulit ya harga juga lebih mahal. Tapi kalau untuk harga sepatu lukis anak mulai Rp 160 ribu dan dewasa mulai Rp 180 ribu - Rp 300 ribu. Sedangkan kalau misal sepatu sudah dari customer dan saya hanya memberikan jasa lukis nya saja itu harga mulai Rp 100 ribu," ujarnya. 

Halaman
12
Penulis: Desta Leila Kartika
Editor: sujarwo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved