PSIS Semarang
Pelatih PSIS Semarang Dragan Djukanovic Dorong Pemain Liga 1 Bermain di Luar Negeri
Imbas dari vakumnya kompetisi sepakbola nasional saat ini membuat sejumlah pemain lokal Liga 1 mulai mencoba peruntungan bermain di luar negeri.
Penulis: Franciskus Ariel Setiaputra | Editor: muh radlis
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Imbas dari vakumnya kompetisi sepakbola nasional saat ini membuat sejumlah pemain lokal Liga 1 mulai mencoba peruntungan bermain di luar negeri.
Dalam kurun beberapa waktu terakhir, setidaknya ada lima pemain Indonesia yang memilih berkarir di luar negeri.
Yang terbaru yakni bek PSIS Semarang, Abdul Abanda Rahman yang menerima tawaran bermain di liga Timor Leste bersama klub Lalenok United.
Sebelumnya, ada juga nama pemain PSM Makassar yang sudah menjalin kesepakatan dengan klub kasta kedua Korea Selatan, Ansan Greeners.
Selain itu, ada pula nama bek tengah Persija Jakarta, Ryuji Utomo yang bergabung bersama klub Malaysia, Penang FC, kemudian Todd Rivaldo Ferre, wonderkid Persipura Jayapura yang dipinjam klub kasta kedua Liga Thailand, Lampang FC, serta Syahrian Abimanyu gelandang Madura United yang direkrut secara permanen klub papan atas Liga Malaysia, Johor Darul Ta'zim (JDT).
Sejumlah lokal Liga 1 juga masih ditunorkan bakal hijrah ke klub luar negeri, semisal winger Arema FC kushedya Hari Yudo, kemudian duo winger Bhayangkara FC Saddil Ramdani dan Andik Vermansyah. Ketiganya dikaitkan dengan klub asal Malaysia.
Menanggapi hal tersebut, pelatih PSIS Semarang Dragan Djukanovic menyebut hal yang normal.
Ia secara pribadi mendukung pemain-pemain lokal bermain di luar negeri untuk mengembangkan potensinya.
"Itu hal yang normal. Mereka bekerja secara profesional, jadi sah-sah saja jika mereka memilih bermain ke luar negeri.
Apalagi kompetisi di Indonesia sedang tidak ada," kata Dragan kepada Tribunjateng.com, Kamis (28/1/2021).
Dragan menambahkan, para pemain saat ini juga butuh pekerjaan untuk menghidupi keluarga mereka.
"Kita butuh pekerjaan, sebab kita memiliki keluarga," ungkapnya.
Adapun secara pribadi, Dragan memilih masih ingin bertahan dengan PSIS.
Bahkan tiga tawaran melatih masing-masing di India dan dan dua di Malaysia ditolaknya.
Dia juga menolak tawaran menjadi pelatih di Yunani demi PSIS.
Lantas, bagaimana jika kompetisi di Indonesia masih belum jelas kapan dilaksanakan?.
"Saya harap segalanya akan baik-baik saja," ucap Dragan. (arl)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/pelatih-psis-dragan-djukanovic2.jpg)