Breaking News:

Berita Temanggung

Program Sabuk Gunung di Temanggung Dimulai, 18 Ribu Bibit Pohon Ditanam

Pemkab Temanggung memulai program sabuk gunung sebagai upaya konservasi lahan pada, Kamis (28/1/2021).

TRIBUNJATENG/SAIFUL MA'SUM
Penanaman pohon oleh Pemkab Temangung dan PT KAI di lereng Gunung Sumbing untuk meningkatkan ketersediaan air baku bagi masyarakat, Kamis (28/1/2021). 

TRIBUNJATENG.COM, TEMANGGUNG - Pemerintah Kabupaten Temanggung memulai program sabuk gunung sebagai upaya konservasi lahan pada, Kamis (28/1/2021). Sebanyak 18.000 bibit pohon bambu, beringin, dan aren bantuan PT Kereta Api Indonesia (PT KAI) ditanam di lereng Gunung Sumbing dan Sindoro.

Rencananya, Pemkab Temanggung juga men

Penanaman pohon oleh Pemkab Temangung dan PT KAI di lereng Gunung Sumbing untuk meningkatkan ketersediaan air baku bagi masyarakat, Kamis (28/1/2021).
Penanaman pohon oleh Pemkab Temangung dan PT KAI di lereng Gunung Sumbing untuk meningkatkan ketersediaan air baku bagi masyarakat, Kamis (28/1/2021). (TRIBUNJATENG/SAIFUL MA'SUM)

yediakan 125.000 bibit pohon senilai Rp 2,5 miliar yang akan ditanam di lahan kritis lereng Gunung Sumbing, Sindoro dan Gunung Prau.

Bupati Temanggung, M Al Khadziq mengatakan, program sabuk gunung dengan penanaman bibit pohon diharapkan dapat mengantisipasi terjadinya bencana dan mengembalikan kebutuhan air baku yang semakin menurun.

Menurut Khadziq, saat ini lingkungan hidup di lereng 3 gunung itu semakin gundul. Sehingga berdampak pada menurunnya jumlah sumber mata air, ketersediaan air baku, dan juga mengancam erosi tanah.

Dengan fenomena tersebut, Pemerintah Kabupaten Temanggung mengambil langkah cepat sebagai upaya untuk mengembalikan sumber mata air yang dibutuhkan masyarakat. 

"Dilihat dari desa yang membutuhkan air saat musim kemarau, semakin banyak. Hasil identifikasi masalah atas matinya sumber mata air karena kawasan lereng gunung semakin gundul. Pohon dibabat masyarakat untuk kebutuhan pertanian hingga alasan ekonomi. Meski kebutuhan ekonomi, namun tetap perlu penanganan," terangnya di Temanggung.

Dengan itu, Khadziq memetakan beberapa kawasan lahan yang perlu dilakukan konservasi dengan  menanami pohon kembali. Mulai dari kawasan pertanian penduduk, kawasan lahan desa, dan juga kawasan lahan lereng gunung.

Pada lahan pertanian penduduk nantinya menjadi tugas Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan untuk mengembangkan tanaman keras tidak musiman bersifat konservasi dan menghasilkan, seperti pohon alpukat juga kopi. Sementara lahan milik desa menjadi tanggungjawab pemerintah desa dengan menanam pohon di sepanjang jalan desa, hingga perbatasan-perbatasan desa. 

"Kami dorong desa juga memiliki hutan desa buatan. Untuk lahan kritis lereng gunung menjadi tanggungjawab Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, dan Lingkungan Hidup (DPRKPLH) dengan menyediakan bibit pohon aren, bambu, dan juga beringin," terangnya.

Halaman
12
Penulis: Saiful Ma'sum
Editor: sujarwo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved