Breaking News:

Berita Temanggung

Dukung Kemajuan Perekonomian, DPUPR Temanggung Optimalkan Infrastruktur Jalan hingga Irigasi

Dinas PUPR Kabupaten Temanggung mendapatkan alokasi Rp 132 miliar dari APBD pada 2021.

TRIBUNJATENG/SAIFUL MA'SUM
Rapat kordinasi Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Temanggung, Hendra Sumaryana (tengah) dengan kepala bidang Bina Marga dan SDA, Jumat (29/1/2021). 

TRIBUNJATENG.COM, TEMANGGUNG - Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Temanggung mendapatkan alokasi Rp 132 miliar dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) pada 2021. Dana tersebut bakal diprioritaskan untuk penanganan infrastruktur jalan, saluran irigasi, dan penyediaan jaringan air bersih.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Temanggung, Hendra Sumaryana mengatakan, dari alokasi yang diterimanya akan dioptimalkan untuk pembangunan infrastruktur fisik lebih dari 100 paket pekerjaan. 62 persen di antaranya menjadi wewenang bagian Bina Marga dalam bidang infrastruktur jalan. Meliputi pelebaran jalan, peningkatan jalan, hingga perbaikan jalan rusak.

"Menyangkut penyediaan infrastruktur jalan yang mantab dimaksudkan untuk meningkatkan mobilitas ekonomi masyarakat agar semakin lancar. Sisanya untuk penanganan saluran irigasi dan penyediaan instalasi air bersih," terangnya di Temanggung, Jumat (29/1/2021).

Hendra mengatakan, infrastruktur jalan yang bagus nantinya bisa menunjang jual beli hasil panen masyarakat hingga ke berbagai daerah. Sehingga, market pasar petani meluas dan berpeluang meningkatkan taraf perekonomian keluarga. 

Sementara saluran irigasi yang bermutu dan juga instalasi air bersih yang memadahi dapat meningkatkan hasil panen petani hingga kebutuhan dasar masyarakat.

"Kita berharap, pembangunan infrastruktur ini menjadi multiplier effek atas peningkatan kesejahteraan masyarakat, meskipun dilakukan dengan protokol kesehatan ketat," ujarnya.

Hendra menuturkan, beberapa paket infrastruktur jalan diprioritaskan di beberapa titik. Seperti pelebaran ruas jalan Muntung-Jumprit-Sibajak sepanjang 9,8 kilometer dari lebar jalan 3 meter menjadi 5,5 meter.

Segmentasi jalan Muntung-Jumprit menelan anggaran Rp 5 miliar, sedangkan segmen Jumprit-Sibajak menelan anggaran Rp 9 miliar.

"Selain dilakukan pelebaran, untuk jalan Jumprit-Sibajak yang terdapat tanjakan cukup terjal akan dilakukan perbaikan geometri jalan guna mengurangi tingkat kecelakaan. Kita berharap akses jalan yang bagus bisa mendukung pengembangan ekonomi dan wisata daerah, karena juga sebagai jalur ke Wonosobo dan Dieng," tuturnya. 

Sedangkan dari sektor perekonomian, kawasan itu merupakan daerah penghasil pertanian, khususnya hortikultura sehingga akses ke pasar akan semakin lancar.

Halaman
12
Penulis: Saiful Ma'sum
Editor: sujarwo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved