Breaking News:

Berita Semarang

Pemkot Semarang Siapkan Museum dengan Teknologi Imersif Pertama di Indonesia

Pemerintah Kota Semarang tengah menyiapkan sebuah museum dengan teknologi imersif pertama di Indonesia

Penulis: Eka Yulianti Fajlin | Editor: muslimah
ist/instagram @hendrarprihadi
Pemkot Semarang Siapkan Museum dengan Teknologi Imersif 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Pemerintah Kota Semarang tengah menyiapkan sebuah museum dengan teknologi imersif pertama di Indonesia.

Bangunan fisik museum sendiri sudah ada di Bubakan, Kawasan Kota Lama Semarang. Pemkot tinggal merancang desain museum dengan mengaplikasikan berbagai teknologi.

Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi pun telah memperkenalkan rancangan museum tersebut di akun media sosialnya.

Melalui konsep ini, Pemkot berharap pengenalan sejarah dapat lebih menarik. Pemkot optimis melalui konsep ini masyarakat dapat lebih mengenal Semarang.

"Saat ini dalam tahap penyempurnaan konsep. Semoga lancar sampai terwujud," tulis Hendi, sapaannya, dalam akun instagramnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Semarang, Indriyasari mengatakan, konsep utama museum di Bundaran Bubakan yakni mengenai sejarah Kota Semarang. Pihaknya akan memberikan sajian sebagai pembelajaran sejarah dengan metode yang menarik. Saat masuk museum, pengunjung
seolah-olah merasakan euforia atau kondisi Semarang tempo dulu.

"Kita seolah-olah berada di masa lalu, masuk lorong waktu, menikmati kondisi saat itu. Misal, suasana di Kali Semarang. Pengunjung seolah berada di sana menikmati aktivitas perdagangan di sana. Kemudian, berkeliling Kota Lama. Jadi, bercerita narasi Kota Semarang tapi dikemas lebih menarik," jelas Iin, sapaannya, saat dihubungi Tribun Jateng, Jumat (29/1/2021).

Saat ini, dia masih mempersiapkan teknologi yang bakal diterapkan. Desain juga masih digodok sembari menggali narasi kuat tentang sejarah Kota Semarang. Beberapa teknologi masih perlu didiskusikan lebih matang agar padu antara teknologi dan cerita sejarahnya.

Dalam rangka mempersiapkan desain yang menarik, Disbudpar pun harus melancong ke Balai Arkeologi Yogyakarta untuk menggali narasinya karena beberapa koleksi ada di sana.

Disebutkan Iin, benda yang nanti ditampilkan di Museum Bubakan juga tidak berupa benda sejarah seperti di museum pada umumnya. Pihaknya akan lebih banyak menampilkan berupa replika atau dalam bentuk hologram.

Tak hanya mempersiapkan desain di dalam museum, Disbudpar Kota Semarang bersama dinas terkait mempersiapkan manajemen lalu lintas sekitar museum. Hal ini mengingat Museum Bubakan berada tepat di bundaran. Jika tidak ada rekayasa lalu lintas tentu dapat menimbulkan kemacetan. Tempat parkir juga menjadi hal yang harus dipikirkan sedini mungkin sebelum museum tersebut dibuka untuk umum.

"Tempat parkir sudah ada pembicaraan tapi perlu finalisasi. Akses ke museum juga kami pikirkan. Nanti ada satu ruas jalan yang dibuat taman dari tempat parkir menuju museum," bebernya.

Dia menargetkan, museum tersebut bisa dinikmati masyarakat pada pertengahan tahun 2021. Diharapkan, kehadiran museum dapat menambah destinasi baru di kawasan Kota Lama Semarang.

"Target kami Agustus sudah bisa dinikmati masyarakat," ucapnya.

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved