Breaking News:

UNS Surakarta

Pentingnya Penguatan Sektor Pertanian di Era Pandemi Covid-19

Pentingnya regenerasi petani melihat fakta bahwa dari tahun ke tahun, jumlah angkatan kerja pertanian terus mengalami penyusutan.

Penulis: Abduh Imanulhaq | Editor: abduh imanulhaq
IST
Popmasepi menyelenggarakan webinar Penguatan Penyuluhan dan SDM Pertanian di era Pandemi Covid-19, Jumat (15/1/2021). 

Widiyanto yang juga merupakan ketua Pusat Studi Perlindungan dan Pemberdayaan Petani (Pusdi Perlintan) Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UNS menganggap ada sebuah amanat yang terkandung dalam Undang-undang No. 19 tahun 2013 tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Petani.

Pusdi Perlintan yang terbentuk pada tahun yang sama dengan undang-undang tersebut memang memiliki misi yaitu melakukan pengawalan dalam mengimpelementasikan amanat dari undang-undang.

Dalam rangka mengawal implementasi undang-undang Perlindungan dan Pemberdayaan Petani, Pusdi Perlintan bekerja sama dengen Sekretariat Nasional Badan Usaha Milik Petani Indonesia (Seknas BUMP Indonesia) yang diketuai oleh Dr. Ir. Sugeng Edi Waluyo, M.M.

Urgensi pembentukan Badan Usaha Milik Petani (BUMP) tertuang dalam pasal 80 ayat (3) dimana fungsi BUMP ialah untuk meningkatkan skala ekonomi, daya saing, wadah investasi dan pengembangan jiwa kewirusahaan petani dimana pada uraian tersebut selaras dengan tujuan utama undang-undang Perlindungan dan Pemberdayaan Petani.

“Sehingga dapat dikatakan bahwa kerja sama tersebut merupakan sebuah upaya yang tepat. Seknas BUMP Indonesia sendiri menaungi lebih dari 40 BUMP yang terletak di 16 provinsi se-Indonesia dan diproyeksikan akan terus berkembang,” ujar Widiyanto.

Pusdi Perlintan dibawah naungan LPPM UNS merupakan Pusdi yang digerakkan oleh berbagai lintas disiplin ilmu sehingga memiliki kelebihan untuk melihat sebuah masalah secara komprehensif dan menyeluruh.

Kekuatan di bidang akademik ini memberikan sumbangsih pemikiran dan inovasi bagi BUMP dan petani melalui jejaring Seknas BUMP Indonesia.

Kemudian untuk pembicara terakhir yaitu, Prof. Dr. Ir. Sunarru Samsi Hariadi, MS.

Melalui kepakaran dan pengalamannya berkecimpung dalam dunia penyuluhan pertanian, dia mengutarakan pentingnya sebuah paradigma pertanian yang modern, berkarakter kuat serta berjiwa kewirausahaan yang tidak terpengaruh usia.

Bahkan Prof. Sunarru menguatkan pentingnya peran pemuda untuk menjadi petani.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved