Breaking News:

Berita Tegal

Petani di Sangkanjaya Ingin Ada KPL Pupuk di Desanya, Toto: Alhamdulillah Ada Lampu Hijau

Keluhan para petani Desa Sangkanjaya yang inginkan KPL pupuk dibangun di desanya menemui titik terang.

Tribun Jateng/Desta Leila Kartika
Perwakilan dari petani Desa Sangkanjaya, Kecamatan Balapulang, bersama perwakilan dari pihak distributor yaitu PT Petrosida Gresik, saat audiensi dengan Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Tegal, Toto Subandriyo, Jumat (29/1/2021). Para petani memohon agar bisa dibangun Kios Pengecer Lengkap (KPL) pupuk di Desa mereka. 

TRIBUNJATENG.COM, SLAWI - Keluhan para petani Desa Sangkanjaya, Kecamatan Balapulang, Kabupaten Tegal yang menginginkan Kios Pengecer Lengkap (KPL) pupuk dibangun di desanya menemui titik terang. 

Sempat mengadu ke Kepala Desa dengan harapan bisa menyampaikan aspirasi para petani ke Bupati Tegal Umi Azizah. 

Akhirnya hari ini Jumat (29/1/2021) perwakilan petani Desa Sangkanjaya berhasil melakukan audiensi dengan Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Tegal, Toto Subandriyo, karena beliau yang berwenang. 

Dalam audiensi yang berlangsung di kantor Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Tegal, jalan Jenderal Ahmad Yani, Procot, Kecamatan Slawi, turut hadir dari pihak distributor pupuk yaitu PT. Petrosida Gresik.

Toto menjelaskan, mengenai kewenangan Pengadaan Kios Pengecer Lengkap (KPL) pupuk sepenuhnya menjadi wewenang distributor. Karena dalam prakteknya ada hubungan kepercayaan atau hubungan bisnis.

Sehingga dari sisi Pemkab Tegal sendiri terutama Dinas Pertanian tetap membantu, yaitu dengan cara menjembatani antara petani dengan distributor melalui audiensi.

"Alhamdulillah hasil audiensi tadi ada titik temu atau ada lampu hijau untuk didirikan Kios Pengecer Lengkap Pupuk di Desa Sangkanjaya," ujar Toto, pada Tribunjateng.com, Jumat (29/1/2021).

Secara garis beras, Toto menegaskan, pihaknya mendukung sepenuhnya jika dibangun KPL di Desa Sangkanjaya. Karena permasalahan sebetulnya bukan dari Dinas terkait, melainkan distributor yang memiliki wewenang.

Menurutnya dengan adanya KPL, petani tidak perlu repot dan jauh ketika membutuhkan pupuk di Desa nya. Jadi pelayanan lebih dekat dengan masyarakat.

"Intinya bagi saya yaitu 6 Tepat yaitu Tepat tempat, Tepat harga, Tepat mutu, Tepat waktu, Tepat jumlah, dan Tepat kualitas," tegasnya.

Halaman
123
Penulis: Desta Leila Kartika
Editor: sujarwo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved