Breaking News:

Setnov Jadi Petani Panen Padi di Sukamiskin, Penampilannya Berubah 180 Derajat

Dalam beberapa foto yang beredar di kalangan awak media, pria yang akrab disapa Setnov itu tampak mengenakan kemeja safari putih dengan bawahan hitam

Editor: rustam aji
Istimewa/TribunJabar.id
Penampakan Setya Novanto dan Dada Rosada Saat Panen Padi di Lapas Sukamiskin (istimewa) 

Selain bagian dari program lapas, lanjut Asep, aktivitas bertani yang dijalani para warga binaan itu bertujuan untuk mengisi waktu dan mengurangi stress. Terlebih, di masa pandemi Covid-19 saat ini, mereka diharapkan memiliki kegiatan yang positif. "Sehingga mereka ada aktivitas dan mengurangi stress selama menjalani hukuman. Ada kegiatan, bukan sekedar mengisi waktu, tapi juga bermanfaat," katanya.

Di sisi lain, menurut Asep, program pembinaan itu memang diwajibkan, tak peduli mantan anggota DPR, menteri hingga bekas kepala daerah. "Masyarakat mengatakan enggak mungkin orang seperti itu (napi korupsi) mau mengerjakan pekerjaan kalangan kecil. Tapi nyatanya mereka mau sebagai warga binaan. Mengeyampingkan yang disandangnya dulu sebagai apa," ucap Asep.

Keterampilan Autodidak

Menurut Asep, Novanto maupun napi korupsi yang mengikuti program ini baru terjun sejak dirinya menjabat. "Terjunnya sejak saya masuk ke sini. Memang sebelumnya hanya berikan dorongan saja buat warga binaan lainnya," ujar Asep.

Asep mengaku pernah mengobrol dengan Dada Rosada yang masa kecilnya pernah bermain di sawah. "Beliau ini sudah berumur, mereka ingin merasakan juga kalangan tani seperti apa. Seperti Pak Dada yang mengatakan pada saya bahwa dirinya dulu juga bermain di sawah. Tapi setelah jadi pejabat sudah enggak sentuh lagi. Di sini, Beliau kontribusi lagi seperti masa kecilnya," ujar Asep.

Pos kerja pertanian ini dibuat di lahan kosong tak terpakai di sekitar kompleks Lapas Sukamiskin. Asep mengatakan, lahan kosong tersebut digunakan tak hanya untuk tanam padi, tapi juga tanaman lainnya seperti tanaman obat, jagung, umbi, cabai. Bahkan ada juga peternakan merpati dan budidaya ikan. "Paling tidak, ruang yang kosong bisa cocok tanam, seperti padi, sayuran dan tanaman apotek hidup, mereka berkreasi saja," ucap Asep.

Asep menambahkan, konsep penjara saat ini tidak hanya sekedar hukuman, namun juga pemasyarakatan yang menjalankan fungsi pembinaan. "Meski lahan pertanian di Lapas Sukamiskin terbatas, tapi tidak mengurangi fungsi pemasyarakatan di Lapas Sukamiskin," katanya.

Tidak ada pelatihan khusus bagi para napi koruptor ini untuk bertani hingga berkebun. Menurut Asep, mereka melakukannya secara autodidak, belajar dari buku-buku atau referensi lainnya. "Tidak ada pelatihan khusus, kan banyak referensi bagaimana bercocok tanam yang bagus. Ada bukunya," ucap dia.

Pada Kamis (28/1), Lapas Sukamiskin telah melakukan panen raya. Hasilnya akan digunakan untuk konsumsi warga binaan di dalamnya. "(Hasilnya) berkwintal-kwintal, cuma banyak yang dimakan wereng. Sebetulnya kita tak targetkan berapa, tapi bisa dimanfaatkan warga di dalam sudah hal positif lah," kata dia. Ke depannya, pihak Lapas berencana membuat program binaan lainnya seperti membuat paduan suara, pertanian hidroponik, hingga mengolah madu. (tribun network/meg/ham/dod/kps)

Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved