Breaking News:

Berita Spolo

Tinjau Vaksinasi di RSUD Bung Karno Solo, Menko PMK Tekankan Penanganan Covid-19 melalui 3T 

Menteri Koordinator PMK Muhadjir Effendy menekankan pelaksanaan tracing, tracking, dan testing (3T). 

Tribun Jateng/Muhammad Sholekan
Menko PMK, Muhadjir Effendy ketika meninjau pelaksanaan vaksinasi di RSUD Bung Karno Solo, Jumat (29/1/2021). 

TRIBUNJATENG.COM, SOLO - Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), Muhadjir Effendy menekankan pelaksanaan tracing, tracking, dan testing (3T). 

Hal itu dia ungkapkan ketika melakukan kunjungan kerja di RSUD Bung Karno Solo, Jumat (29/1/2021). 

“Rapat terakhir yang saya ikuti dengan bapak presiden beberapa waktu lalu, Presiden Jokowi menekankan kembali untuk tracing, tracking, dan testing (3T)," ucapnya.

Muhadjir menjelaskan, Presiden Jokowi sebenarnya sudah lama menekankan pelaksanaan 3T yang dalam proses tersebut mewajibkan proses karantina terbatas. 

Selain itu, lanjut dia, intensitas pengawasan harus ditingkatkan bahkan hingga di wilayah mikro. 

“Di lingkungan keluarga, RT, RW, hingga kelurahan pengawasan, harus lebih diintensitaskan. Sehingga, bisa lebih cermat dalam menentukan langkah-langkah berikutnya yang akan diambil," jelasnya. 

Mantan Rektor Univesitas Muhammadiyah Malang (UMM) itu menyampaikan, pihaknya akan terus mengupayakan agar kasus Covid-19 di Indonesia segera turun.  Yakni, dengan melaksanakan perintah presiden yaitu memulai penanganan virus Covid-19 dari lapisan paling bawah. 

“Pelaksanaan 3T harus melibatkan petugas, baik itu yang berada di kelurahan, RW, dan RT sebagai informan. Serta harus melibatkan para petugas epidemologi puskesmas," ungkapnya. 

Dia menambahkan, tanpa adanya informasi yang memamadai dari bawah, maka petugas epidemolog yang melakukan 3T tidak akan bisa bekerja secara optimal. 

Karena berdasarkan evaluasi, lanjut dia, titik lemah saat ini diakibatkan tidak optimalnya pelaksanaan 3T. 

“Sebaiknya isolasi mandiri yang dilakukan harus melibatkan RT dan RW setempat. Sedang untuk pembiayaan ada kebijakan dengan mengambil dana desa yang bisa dialokasikan untuk penanganan Covid-19," tandasnya. (*)

Penulis: Muhammad Sholekan
Editor: sujarwo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved