Breaking News:

Berita Banyumas

Wakil Bupati Banyumas Serahkan Santunan Kepada Anak Yatim dan Penyandang Disabilitas

Wakil Bupati berpesan kepada penerima bantuan agar memanfaatkan bantuan santunan dengan sebaik-baiknya

Istimewa
Wakil Bupati Banyumas, Sadewo Tri Lastiono saat menyerahkan secara simbolis santunan kepada anak yatim piatu dan penyandang disabilitas di Kecamatan Kembaran, Kabupaten Banyumas, pada Kamis (28/1/2021). 

 
TRIBUNJATENG.COM, PURWOKERTO - Wakil Bupati Banyumas, Sadewo Tri Lastiono menyerahkan secara simbolis santunan anak yatim piatu dan penyandang disabilitas di Kecamatan Kembaran, Kabupaten Banyumas, pada Kamis (28/1/2021). 

Santunan tersebut berasal dari Paguyuban Penyalur Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) 'Sumber Sejahtera' Kecamatan Kembaran.

Camat Kembaran, Omar Udaya mengatakan santunan semacam ini sudah rutin dilakukan setiap bulan oleh Paguyuban BPNT 'Sumber Sejahtera' Kecamatan Kembaran sepanjang 2020. 

Santunan kali ini untuk 30 orang anak yatim dari Desa Karangsoka, Karangsari dan Purbadana masing-masing 10 orang dengan nominal santunan masing-masing Rp.150 ribu.

"Selain itu juga ada santunan untuk penyandang disabilitas dari Desa Ledug dan Bojongsari dengan menerima bantuan berupa kursi roda," ujarnya kepada Tribunbanyumas.com, sebagaimana dalam rilis, Jumat (29/1/2021). 

Wakil Bupati Sadewo menyambut baik kegiatan yang dilakukan oleh BPNT dan menginginkan kegiatan seperti ini dapat ditiru oleh daerah lain.

Sebab menurutnya santunan sangat membantu bagi orang yang membutuhkan.

"Saya ingin kegiatan seperti ini dapat ditiru oleh camat-camat lainnya.

Disini kegiatan seperti ini dapat dilaksanakan setiap bulan," ungkap wakil bupati. 

Wakil Bupati berpesan kepada penerima bantuan agar memanfaatkan bantuan santunan dengan sebaik-baiknya. 

Pada kesempatan ini Wakil Bupati mengingatkan bahwa kematian Covid-19 di Banyumas masih tinggi, sehingga warga masyarakat dihimbau untuk selalu mematuhi protokol kesehatan. 

Terkait vaksinasi meminta masyarakat untuk dapat mengikuti pada saat yang ditentukan nanti. 

"Jika ada yang bicara bahwa divaksin itu berbahaya, itu bohong. 

Buktinya saya setelah disuntik bisa beraktivitas seperti biasa," tuturnya. (Tribunbanyumas/jti) 

Penulis: Permata Putra Sejati
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved