Senin, 4 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Semarang

Rumah Kayu Guru Ngaji di Tambaklorok Semarang Hancur Diterjang Ombak

Dia menerangkan, rumah kayu miliknya sekaligus sebagai tempat mengaji  anak-anak sudah satu minggu lalu hancur diterjang ombak.

Tayang:
Penulis: iwan Arifianto | Editor: M Syofri Kurniawan

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Tak terdengar suara syahdu anak-anak membaca ayat suci Alquran

Yang ada hanya suara debur ombak mencium bebatuan. 

Sesekali terdengar pukulan palu beradu dengan paku yang dibenankam ke kayu di sebuah rumah yang kini telah hancur. 

Pengalaman Ngeri Kang Pipit Selama 3 Tahun di Penjara, Sekamar 70 Orang, Baju Diganti yang Butut

Mayat Captain Afwan Berhasil Diidentifikasi, Sosok Ini Menjadi Petunjuk

Dikira Ajudan, Kopka Tauchid Ayah Letda Bagas Sempat Tak Diizinkan Masuk Istana Negara

Teddy Tiba-tiba Tolak Warisan, Kirim Pesan ke Sule dan Rizky Febian

Rumah itu milik Ahmad Khafidhin (39) seorang guru ngaji bagi puluhan anak-anak warga Tambaklorok, Kota Semarang. 

Warga bergotong royong secara swadaya memperbaiki rumah Khafidin agar dapat digunakan belajar mengaji kembali. 

"Hancur semuanya rumah saya dari atap dan lantai. 

Maklum semua bangunan rumah terbuat dari kayu beratap asbes," terang warga RT 9 Rw 15 Kampung Tambaklorok, Tanjung Mas, Semarang Utara, kepada Tribunjateng.com, Sabtu (30/1/2021) sore. 

Dia menerangkan, rumah kayu miliknya sekaligus sebagai tempat mengaji  anak-anak sudah satu minggu lalu hancur diterjang ombak

Ketika itu ombak disertai angin kencang menerjang rumahnya yang terletak di bibir pantai.

Bahkan air rob sudah setinggi 1 meter merendam jalan depan rumahnya. 

"Kejadian seminggu lalu pukul 01.00 WIB. 

Saya istri dan keempat anak kaget karena sedang tidur. 

Kami lantas menyelematkan diri," ungkapnya. 

Dia mengatakan, berusaha menyelamatkan barang-barang berharga di rumahnya. 

Yakni Alquran dan buku Iqra.

Total ada 25 Alquran dan belasan buku Iqra berhasil diselamatkan. 

Sedangkan peralatan mengajinya seperti papan tulis, dompal ngaji hancur terbawa ombak

"Ya hanya itu barang berharga di rumah saya. 

Kasur pakaian basah semua tak bisa digunakan lagi. 

Rumah juga tinggal kerangka saja," terang guru Ngaji sekaligus nelayan ini. 

Dia mengaku, aktivitas mengaji tetap berjalan dengan menumpang rumah milik seorang warga. 

Setidaknya masih ada 60 anak setia belajar mengaji meski menumpang. 

Sekaligus di tempat itulah, dia dan keluarga untuk sementara tinggal di tempat tersebut. 

"Saya perbaiki seadanya dulu agar tak menumpang. 

Sekaligus nanti anak-anak bisa kegiatan mengaji kembali," tuturnya. 

Sementara itu, Divisi sosial Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) Kota Semarang, Mustakim menjelaskan, prihatin dengan kondisi rumah milik Ahmad Khafidhin yang hancur diterjang ombak laut. 

Rumah seluas kurang lebih 3 meter x 5 meter yang terbuat dari kayu kondisinya sangat memprihatinkan. 

"Beliau bekerja sebagai nelayan. 

Malam hari mengajar puluhan anak belajar Alquran

Kasihan hingga kini belum tersentuh bantuan. 

Para warga mencoba bantu sebisanya," terangnya. 

Mulai akhir Desember 2020 hingga sekarang, kawasan kampung Tambak Lorok memang dihantam ombak setinggi 1 meter lebih akibat cuaca ekstrem. 

Kejadian itu biasanya terjadi pada malam hari pukul 20.00 hingga dini hari sekira pukul 02.00.

"14 rumah warga yang letaknya persis di bibir pantai selalu was-was saat air pasang," katanya. (Iwn)

Video Pria Bakar Bendera Merah Putih Jadi Viral, Polisi: Diduga Orang Aceh yang Tinggal di Malaysia

Rizal Ramli Blak-blakan Ungkap Biaya Sewa Partai Saat Pilkada: Bisa Ratusan hingga Miliaran Rupiah

Erna 3 Kali Mimpi Suaminya yang Jadi Korban Jatuhnya Sriwijaya Air Pulang: Senyum Terlihat Bahagia

Jalan Perbatasan Semarang Rusak Parah, 4 Warga Jatuh Terguling, Muhdlor: Iri dengan Kendal

TONTON JUGA DAN SUBSCRIBE :

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved