Breaking News:

Puisi

Puisi Bunga Randu Alas Sapardi Djoko Damono

Puisi Bunga Randu Alas Sapardi Djoko Damono:    Bunga randu alas itu telah merekah, dan angin kemarau yang malam hari suka jadi sejuk sering lewat di

Gramedia.com
Sapardi Djoko Damono, penyair Indonesia angkatan 1970-an. 

Puisi Bunga Randu Alas Sapardi Djoko Damono

TRIBUNJATENG.COM - Puisi Bunga Randu Alas Sapardi Djoko Damono:

Bunga Randu Alas

            Bunga randu alas itu telah merekah, dan angin
kemarau yang malam hari suka jadi sejuk sering lewat di
sana. “Kenapa selalu terbayang bara sisa ketika kutatap
bunga itu,” kata angin yang diam-diam terlanjur telah
mencintanya. “Kenapa bukan warna subuh, atau
setidaknya batu delima, atau apa saja asal bukan bara sisa”
            Pohon randu alas itu menjulang di kuburan samping
rumah kami; setiap kemarau bunga-bunganya yang
merah suka melengking, bahkan sampai larut malam.
Angin, yang sering terjepit di antara batang bambu, telah
jatuh cinta padanya – hanya Tuhan yang tahu kenapa
jadi begitu.
            Angin itu jugalah yang bersijingkat mengantar
lengking bunga itu sampai ke sudut-sudut paling jauh
dalam tidur nyenyakku. Dalam lengking bunga itulah
tersirat lirih suaranya sendiri, “Mengapa bara sisa yang
terbayang, dan bukan kobaran api?”

(*)

Penulis: iam
Editor: abduh imanulhaq
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved