Breaking News:

Resmi Merger, Bank Syariah Indonesia Punya Peluang Besar

Indonesia merupakan negara dengan penduduk mayoritas muslim. Masyarakat juga memiliki kecenderungan untuk memilih bank syariah.

Editor: Vito
ANTARA FOTO/DHEMAS REVIYANTO
Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo (kedua kiri), didampingi Ketua Project Management Office Integrasi dan Peningkatan Nilai Bank Syariah Hery Gunardi (kiri), Direktur Utama PT Bank BRIsyariah Tbk Ngatari (kedua kanan), dan Direktur Utama PT Bank BNI Syariah Abdullah Firman Wibowo (kanan), menyampaikan keterangan pers usai penandatanganan akta penggabungan tiga bank syariah milik Himbara di Jakarta, Rabu (16/12/2020). 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Tiga bank syariah pelat merah, yakni BRI Syariah, BNI Syariah, dan Bank Mandiri Syariah resmi merger menjadi Bank Syariah Indonesia mulai hari ini, Senin (1/2).

Bank merger ini akan hadir menjadi bank syariah terbesar di Tanah Air, dengan total aset sekitar Rp 239,56 triliun.

Senior Faculty Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI), Trioksa Siahaan memandang, prospek bisnis syariah masih cerah ke depan, mengingat Indonesia merupakan negara dengan penduduk mayoritas muslim.

Apalagi di beberapa daerah, masyarakat juga memiliki kecenderungan untuk memilih bank syariah sebagai bank pilihan untuk menempatkan dana dan meminjam fasilitas.

Dengan peluang yang bagus dan pangsa pasar masih terbuka lebar di Indonesia, ia berharap BSI ini semakin meningkatkan layanannya.

"Setelah merger diharapkan dapat membuat sinergi yang baik, dan dapat meningkatkan layanan untuk nasabah bank syariah," katanya, kepada Kontan, Minggu (31/1).

Sementara tantangan bank syariah ke depan, menurut dia, antara lain terkait dengan disrupsi teknologi. Bank syariah juga harus bisa cepat melakukan inovasi untuk menghadapi persaingan perbankan yang mengarah ke digital banking.

Selain itu, Trioksa menuturkan, tantangan lain juga terkait dengan SDM berkualitas dan harus memahami dengan baik mengenai bisnis bank syariah, serta konsolidasi teerkait dengan kondisi pandemi covid-19.

Kepala Riset Samuel Sekuritas, Suria Dharma menilai, prospek saham bank syariah ke depan bagus, karena memiliki pasar yakni investor syariah. "Investor yang berbasis syariah jadi ada pilihan untuk investasi di bank syariah," ujarnya. 

Prospek bisnis BSI juga dinilai cukup bagus. Menurut dia, penerapan Qanun Lembaga Keuangan Syariah di Aceh akan membuat aset-aset dari bank konvensional beralih ke bank syariah menjadi satu penopang. (Kontan/Dina Mirayanti Hutauruk)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved