Breaking News:

Berita Semarang

Demi Hari Tua Seorang Atlet, Yoyok Sukawi Ingin RUU SKN Mengatur Dana Pensiun

Komisi X berharap di RUU SKN yang sedang digodog bisa atur terkait dana hari tua bagi pelaku olahraga.

Tribun Jateng/Franciskus Ariel Setiaputra
CEO PSIS Semarang Yoyok Sukawi saat bertemu sejumlah awak media di Kota Semarang, Rabu (13/1/2021) sore. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG- Anggota Komisi X DPR RI, A.S. Sukawijaya berharap di Rancangan Undang-Undang Sistem Keolahragaan Nasional (RUU SKN) yang tengah digodog DPR RI bisa mengatur terkait dana hari tua bagi pelaku olahraga.

Pria yang kerap disapa Yoyok Sukawi ini ingin atlet lebih terjamin setelah pensiun setelah berulang kali kasus atlet yang memprihatinkan di masa tuanya kembali terjadi.

Terakhir, mantan pemain Timnas sepak bola Indonesia, Yudo Hardiyanto yang rumahnya di Depok disita tiba-tiba oleh pihak tertentu. Padahal yang bersangkutan mengalami penyakit stroke serta sulit untuk berobat karena masalah ekonomi.

“Di RUU SKN, kami ingin ada uang hari tua atau uang pensiun untuk atlet. Berulang kali terjadi, atlet di hari tua banyak yang memprihatinkan. Padahal dulunya mereka sudah berjuang untuk negara,” ucap Yoyok Sukawi di Semarang, Senin (1/2/2021).

“Apa yang dialami Pak Yudo itu seharusnya tidak terjadi. Negara dalam hal ini Kemenpora harus hadir untuk membantu permasalahan beliau.

Apalagi soal kesehatan, jangan sampai mantan atlet sulit berobat karena biaya,” imbuhnya.

Yoyok Sukawi lantas menambahkan bahwa dana hari tua atau dana pensiun bagi atlet bisa diatur supaya tidak membebani keuangan negara.

Ia memiliki ide bahwa klasifikasi atlet berdasarkan prestasi dan kinerja bisa menjadi tolak ukur untuk memikirkan tunjangan bagi atlet setelah pensiun.

“Kan bisa itu pakai klasifikasi. Misal yang punya prestasi berapa, sistemnya gimana. Nanti yang hanya atlet biasa gimana. Bisa juga diatur setelah menyatakan pensiun mendapat modal untuk usaha, ini malah bagus untuk menggerakan ekonomi kerakyatan,” cetusnya.

“Yang terpenting jangan sampai menghargai atlet hanya pada saat berprestasi dan setelah itu lupa,” pungkas anggota DPR RI dari Fraksi Partai Demokrat ini. (*)

Penulis: Franciskus Ariel Setiaputra
Editor: sujarwo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved