Breaking News:

Book Lover

Dian Ekaningrum Terbujuk untuk Merenungi Diri dari Buku Perjalanan Rasa

Dian Ekaningrum melakoni hobinya dalam menulis. Ia biasanya memang berangkat dari sebuah bacaan.

Penulis: Akhtur Gumilang | Editor: moh anhar
TRIBUN JATENG
Dian Ekaningrum 

TRIBUNJATENG.COM - MEMBACA dan menulis adalah kegiatan yang saling berkaitan dan tidak bisa dipisahkan. Utamanya, supaya ilmu dari apa yang sudah dipelajari bisa diikat dalam ingatan melalui sebuah tulisan. Itulah hal yang selalu diyakini oleh Dian Ekaningrum.

Dian, sapaannya, memang cukup aktif membuat sebuah tulisan, terutama cerita pendek (cerpen), senandika, dan puisi. Sejauh ini, Dian telah menelurkan sejumlah karya antologi kolektif sebanyak 12 buku. Kini, ia tengah mempersiapkan karya tunggalnya. Ia berharap dalam waktu dekat buku karyanya bisa terbit.

"Sejauh ini ada 12 buku antologi terdiri dari berbagai jenis tulisan. Mulai cerpen, senandika, dan puisi. Doakan segera, mungkin karya solo dengan penerbit mayor bisa segara diterbitkan dalam waktu dekat. Semoga terealisasi," ujar perempuan berusia 40 tahun ini.

Hobinya dalam menulis biasanya memang berangkat dari sebuah bacaan. Ya, anak sulung dari tiga bersaudara ini sangat gemar membaca, terutama karya novel fiksi dan nonfiksi yang sedikit bernuansa filsafat. Ia bilang, punya satu buku paling berkesan dari sekian banyak yang pernah dibacanyanya. Judulnya adalah Perjalanan Rasa, karya Fahd Pahdepie

Buku setebal kurang lebih 230 halaman ini, cerita Dian, merupakan sebuah kumpulan cerita pendek. Tiap bab dalam buku itu tidak berkaitan secara langsung. Dian mengatakan, ada 51 judul cerita atau bab dalam buku ini. Variasi cerita bermacam-macam, mulai tentang perasaan penulis tentang Mama dan berakhir dengan cerita tentang perasaan seorang ayah.

"Uniknya, cerita-cerita yang dikisahkan sebagai perenungan ini disambungkan oleh satu kata terakhir dari cerita sebelumnya. Lalu satu kata tersebut menjadi judul atau ide cerita di bab berikutnya. Tiap cerita memang berbeda, tapi satu kata terakhir itu yang menghubungkannya," ungkap seorang ibu rumah tangga yang aktif juga sebagai konselor praktisi psikologi pendidikan anak itu.

Dian melanjutkan, Perjalanan Rasa merupakan buku ketiga karya Fahd Pahdepie. Dua karya sebelumnya pun sudah dilahap Dian. Buku ini cukup istimewa baginya karena secara spesifik, ia suka dengan aliran cerita pada Perjalanan Rasa. Menurutnya, ide dan gagasan yang sebenarnya berat, bisa jadi lebih ringan dicerna

Buku ini, kata Dian, seolah mengajak pembaca berdialog dengan diri dan melihat dengan sudut pandang yang berubah-ubah. Dia merasa, perenungan dialogis cukup mengena tiap membaca lembar demi lembarnya. Saking terlarutnya dalam cerita, Dian hanya butuh tiga hari menyelesaikan buku terbitan tahun 2012 ini.

"Saya baca pertama kali pada 2018 lalu, tepatnya Maret. Entah sudah berapa kali saya baca ulang lagi buku ini saking menikmatinya. Banyak sekali kutipan bermakna yang saya temukan di buku ini. Mungkin subyektif saya, penulis berhasil mengajak pembaca untuk merenungi kisah-kisahnya yang kemudian membawanya ke ranah dialogis dan religius dengan tutur bahasa universal," papar lulusan Psikologi dari salah satu kampus di Surakarta itu.

Dari buku tersebut, Dian punya satu kutipan yang membuatnya cukup tertegun. Kutipan tersebut berada di cerita atau bab berjudul 'Berbahagialah'. Kutipan tersebut bertuliskan, "Ah, kadang-kadang kita hanya perlu jeda, menunda semua asumsi dan prasangka... Lihatlah ke kedalaman masing-masing dan percayalah : everything is going to be amazing! Ya, paling tidak untuk sekarang, berbahagialah: Enyahkan ketakutan-ketakutan!".

Warga Kecamatan Mijen, Kota Semarang ini menyebutkan, jika buku ini ingin memberi pesan bahwa penting untuk merefleksikan diri di berbagai situasi. Lalu, merasakan perjalanan rasa dalam setiap tahapan kehidupan yang dijalani.

"Dan perlu mengajak jiwa berkreasi melalui perenungan sederhana. Hal itu sebagai upaya meditasi untuk mengembalikan kepekaan jiwa. Buku ini penuh dengan nilai-nilai filosofi. Saya ga pernah bosan baca buku ini berulang kali," pungkasnya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved