Breaking News:

Nurul malah Enjoy Kuliah sambil Jualan Frozen Selama Pandemi

Sejak SD sudah hobi jualan. Adalah Nurul Nafi'atin (23) mahasiswi UIN Walisongo Semarang kuliah sambil jualan frozen berbagai jenis produk.

tribunjateng/mahasiswa UIN Magang
Nurul malah Enjoy Kuliah sambil Jualan Frozen Selama Pandemi. Tak lama lagi dia bakal wisuda dengan nilai bagus 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Sejak SD sudah hobi jualan. Adalah Nurul Nafi'atin (23) mahasiswi UIN Walisongo Semarang kuliah sambil jualan frozen berbagai jenis produk.

Usaha yang ditekuni bisa untuk biayai kuliah. Dan kini tak lama lagi Nurul bakal lulus dari kampusnya dengan nilai bagus. Mahasiswi asal Jakarta ini mengaku sudah terbiasa dengan bisnis sejak kecil.

Saat sekolah SD dia jualan makanan dan menawarkan kepada teman-teman sekolahnya. Kemudian lanjut SMP Nurul juga jualan jam, pulsa, aksesoris. "Waktu SMA kami juga jualan melayani pesanan nasi goreng," kata Nurul kepada Avita Nur Hamida mahasiswi UIN Walisongo Magang Jurnalistik di Tribunjateng.com.

Anak sulung dari empat bersaudara ini berasal dari keluarga sederhana, yang sudah terbiasa sejak kecil untuk berjuang dahulu ketika menginginkan sesuatu. Dari situlah Nurul selalu memiliki ambisi untuk berbisnis. Karena sebagai anak pertama, ia tentu memikirkan nasib ketiga adiknya.

"Kalau lagi nggak pandemi, aku punya usaha offline juga. Semacam kedai makanan gitu," terang Nurul. Namun karena pandemi, ia memutuskan untuk berhenti sementara dan memaksimalkan di usaha online.

Dia juga punya beberapa karyawan, teman sesama mahasiswa paruh waktu. Kini dia menekuni kuliner. Berjualan frozen food, dissert box, dan makaron yang kini menjadi menu paling diminati konsumen. Omzet dari jualan makaron kisaran Rp 7 juta per bulan.

Dari penghasilan tersebut, Nurul mampu memcukupi kebutuhan kuliahnya sendiri juga partner bisnisnya. Mulai dari membayar kuliah, uang kos, cicilan, makan, dan kebutuhan sehari-hari lainnya.

Saat ini bisnis makaron paling laris, dan paling disukai konsumen. Biskuit sehat dengan penampilan lucu ini, berbahan dasar tepung almond, putih telur, dan gula rafinasi. Makaron milik Nurul ini merupakan Pelopor Homemade Macaron di Semarang yang pertama kali memiliki 12 varian rasa.

"Kita harus siap sedia produk dan melayani semaksimalnya supaya konsumen puas sekaligus meningkatkan jumlah pelanggan. Khusus Macaron konsumen bisa pesan dua hari sebelumnya," terang Nurul.

Owner Homemade Macaron Semarang ini juga punya pengalaman menangi lomba. Dia pernah beberapa kali juarai lomba bussiness plan. Dan lomba lain yang masih berkaitan dengan dunia usaha.

Nurul mengaku, ia adalah tipe orang tidak suka materi tertulis yang terlalu banyak, ia lebih menyukai penjelasan dan praktek karena lebih cepat ditangkap dan dipahami. Saat ini masa pandemi orang lebih banyak di rumah. Sehingga kuliah dan bisnisnya bisa dilakukan dari rumah. (Tribunjateng/Avita Nur Hamida mahasiswa UIN Walisongo Majang Jurnalistik)

Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved