Breaking News:

Berita Solo

Satreskrim Polresta Solo Temukan Unsur Pidana dalam Kasus Pembobolan Rekening Maybank

Satreskrim Polresta Solo tingkatkan proses penyelidikan dalam kasus dugaan pembobolan rekening.

Satreskrim Polresta Solo Temukan Unsur Pidana dalam Kasus Pembobolan Rekening Maybank
Net
Ilustrasi

TRIBUNJATENG.COM, SOLO - Satreskrim Polresta Solo tingkatkan proses penyelidikan dalam kasus dugaan pembobolan rekening milik nasabah Maybank Cabang Solo, Candraning Setyo. 

Diketahui, dalam kasus itu, uang sejumlah Rp 72 juta milik nasabah Candraning Setyo di Bank Maybank Cabang Solo raib. 

Kasatreskrim Polresta Solo, Kompol Purbo Adjar Waskito menyebut pihaknya menemukan adanya dugaan tindak pidana dalam kasus tersebut. 

Dugaan tindak pidana itu, lanjut Purbo, berasal dari pemalsuan KTP korban yang dijadikan bahan pelaku untuk proses pergantian kartu yang menjadi kunci kasus tersebut. 

"Pelaku ini membawa KTP sesuai dengan data korban, mulai dari alamat hingga tempat tanggal lahir. Namun fotonya berbeda. Ini sudah mengarah pada dugaan tindakan pidana," ucapnya, Senin (1/2/2021). 

Menurutnya, adanya unsur perbedaan dari identitas itu sekaligus mengarah pada dugaan penipuan yang dilakukan oleh pelaku. 

Purbo mengungkapkan, pengembangan dari adanya temuan itu terus dilakukan penyidik termasuk mendalami keterangan dari perwakilan provider, pihak bank, dan korban. 

"Kita masih telusuri soal pergantian kartu itu. Karena proses tersebut tidak dilakukan di Solo, namun di Jawa Barat," jelasnya. 

Sebelumnya diberitakan, ada 5 transaksi pada 11 Juni 2020 saat terjadi raibnya uang di rekening milik korban mulai pukul 13.24 sampai 13.32 WIB. 

Ada transfer ke dua rekening bank masing-masing Rp 25 juta, lalu ada tiga top up ke OVO sebesar Rp 9.801.000, Rp 9.901.000 dan Rp 2.951.000, 

"Padahal klien kami mengaku tidak pernah menggunakan aplikasi internet banking dari Maybank. Meskipun pernah mendaftarkan nomor ponselnya," ucap pengacara korban, Gading Satria Nainggolan beberapa waktu lalu. 

Dia menyampaikan, rekening itu hanya dipakai untuk mengecek saldo dan hanya sebagai rekening pasif untuk menyimpan uang. 

"Hanya cek saldo dan tidak banyak transaksi," tandasnya. (*)

Penulis: Muhammad Sholekan
Editor: sujarwo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved