Breaking News:

Berita Slawi

Dukung Gerakan Jateng di Rumah Saja, Pemkab Tegal Pilih Opsi Tutup Pariwisata 

Sekda Kab Tegal mendukung memilih opsi hanya menutup tempat pariwisata selama dua hari.

Penulis: Desta Leila Kartika | Editor: sujarwo
Ist./Humas Pemkab Tegal.
Sekretaris Daerah Kabupaten Tegal Widodo Joko Mulyono, saat mengikuti video konferensi bersama Sekretaris Daerah Jawa Tengah Prasetyo Ariwibowo, dan Sekretaris Daerah Kabupaten/Kota se-Jawa Tengah, Selasa (2/2/2021) di Rumah Dinas Bupati Tegal. 

TRIBUNJATENG.COM, SLAWI - Menanggapi gerakan Jateng di Rumah Saja, Sekretaris Daerah Kabupaten Tegal Widodo Joko Mulyono, bersama beberapa kepala OPD mendukung gerakan tersebut tetapi memilih opsi hanya menutup tempat pariwisata selama dua hari, serta melakukan pengetatan operasi yustisi dipusat-pusat keramaian. 

Informasi tersebut, disampaikan setelah mengikuti video konferensi bersama Sekretaris Daerah Jawa Tengah Prasetyo Ariwibowo, dan Sekretaris Daerah Kabupaten/Kota se-Jawa Tengah, Selasa (2/2/2021) di Rumah Dinas Bupati Tegal. 

Dalam Vidcon tersebut, Prasetyo menyampaikan, gerakan Jateng di rumah saja merupakan himbauan untuk seluruh warga Jawa Tengah agar tetap berada di rumah saja selama dua hari, yaitu Sabtu 6 Februari dan Minggu 7 Februari 2021. 

Tujuan dari kegiatan tersebut yaitu guna menekan angka penularan Covid-19 yang masih tinggi. 

Menanggapi hal tersebut, Joko menginstruksikan Kepala OPD terkait bersiap-siap untuk melaksanakan penutupan.

"Kita pilih opsi menutup tempat-tempat wisata dan operasi yustisi digencarkan. Pasar tetap buka, nantinya disiapkan posko yang diisi petugas gabungan untuk berpatroli rutin ke dalam pasar, guna mengingatkan protokol kesehatan kepada pedagang dan pembeli," ungkap Joko, pada Tribunjateng.com, Selasa (2/2/2021). 

Joko juga meminta, gerakan Jateng dirumah saja harus disosialisasikan secara masif dan terjadwal mulai saat ini.  Tetapi ia juga mengingatkan, pelaksanaan gerakan ini harus disesuaikan dengan kearifan lokal. 

"Pada intinya kami sepakat dengan gerakan dari pemprov Jateng," tegas Joko. 

Menyikapi perintah penutupan tempat wisata, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Tegal, Saidno mengatakan, pihaknya siap melaksanakan keputusan tersebut. 

Walau pernah beberapa kali dilakukan penutupan di sektor wisata, Saidno tetap meminta dilakukan sosialisasi kepada pelaku usaha pariwisata. 

Hal tersebut harus dilakukan karena biasanya mereka mengandalkan penghasilan saat akhir pekan.

"Kami siap menjalankan keputusan tersebut dan akan segera menginformasikan kepada pelaku pariwisata. Sebetulnya kalau penutupan wisata kami sudah beberapa kali melaksanakan seperti objek wisata Guci beberapa waktu lalu. Intinya kami siap mendukung karena demi kebaikan bersama, menekan penyebaran Covid-19 di Jateng," jelasnya. 

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Tegal, Suharinto menambahkan, melihat karakter masyarakat Kabupaten Tegal, ia menilai peran serta tokoh agama dan tokoh masyarakat sangat penting dalam mensosialisasikan gerakan ini. 

"Dengan menggandeng tokoh agama dan tokoh masyarakat, akan memudahkan kita melaksanakan gerakan Jateng di rumah saja," tambah Suharinto. 

Sementara itu, menyikapi pengetatan protokol kesehatan khususnya di lingkungan pasar, Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM, Suspriyanti menuturkan, pihaknya siap menyediakan pos di beberapa pasar untuk diisi satgas penanganan Covid-19 dari paguyuban maupun petugas gabungan. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved