Breaking News:

Berita Semarang

Hendi Komitmen Kembangkan Energi Listrik Dari Sampah di Kota Semarang

Proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik atau PSEL Jatibarang yang menjadi komitmen Pemerintah kota Semarang dalam menangani persoalan sampah

ISTIMEWA
Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi bersama Kementrian Keuangan Republik Indonesia, melakukan penandatanganan kesepakatan induk Fasilitas Project Development Facility (PDF) Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) PSEL Jatibarang secara virtual, Selasa (2/2). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik atau PSEL Jatibarang yang menjadi komitmen Pemerintah kota Semarang dalam menangani persoalan sampah memasuki babak baru.

Bersama Kementrian Keuangan Republik Indonesia, Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi melakukan penandatanganan kesepakatan induk Fasilitas Project Development Facility (PDF) Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) PSEL Jatibarang secara virtual, Selasa (2/2).

Menurut pria yang akrab disapa Hendi tersebut, PSEL merupakan proyek yang sangat mendesak mengingat semakin meningkatnya volume sampah yang dihasilkan di Kota Semarang sebesar 1.300 ton per hari.

Apalagi, proyek PSEL Jatibarang termasuk ke dalam salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) berdasarkan Perpres Nomor 3/2016 tentang Percepatan Pelaksanaan Proyek Strategis Nasional, dan Perpres 35/2018 tentang Percepatan Pembangunan Instalasi Pengolah Sampah Menjadi Energi Listrik Berbasis Teknologi Ramah Lingkungan.

“Kami berterima kasih atas diselenggarakannya penandatanganan ini sebagai wujud dukungan dari Pemerintah Pusat yang sebelumnya juga diberikan mulai dari penyusunan kajian prastudi kelayakan, dokumen lelang, dan mendampingi PJPK dalam transaksi proyek KPBU hingga mencapai pembiayaan dari lembaga pembiayaan (financial close),” tutur Hendi.

Hendi berharap, perencanaan yang telah disusun Pemerintah Kota Semarang bersama Bappenas pada tahun 2018 dapat segera terealisir.

Dirinya melanjutkan bahwa di tahun 2021 ditargetkan lelang investasi dapat dilakukan pada tri wulan kedua dengan asumsi 1,5 tahun proyek berjalan agar PSEL dapat segera terwujud.

“Selama ini pun kita telah berkoordinasi dengan dewan dalam menyiapkan Perda KPBU PSEL Jatibarang serta penyusunan anggaran.

Pemerintah kota Semarang sendiri telah menganggarkan Tipping Fee sebesar Rp 100 Miliar per tahun atau sekitar Rp 274.000 per ton pada APBD kami.

Ini bagian dari komitmen kami untuk segera merealisasikan PSEL di Kota Semarang,” imbuhnya.

Halaman
12
Penulis: Eka Yulianti Fajlin
Editor: galih permadi
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved