Breaking News:

Berita Kendal

Pembangunan Relokasi Sementara Pasar Weleri Kendal Capai 90 persen Kotak Masuk

Plt Kepala Disdag Kendal mengatakan pembangunan relokasi sementara Pasar Weleri yang terbakar 90 persen.

Istimewa
Ilustrasi. Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Kendal telah melakukan peninjauan Bangunan Pasar Weleri. 

TRIBUNJATENG.COM, KENDAL - Plt Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Kendal, Alfebian Yulando mengatakan, pembangunan relokasi sementara Pasar Weleri yang terbakar capai 90 persen. Dalam waktu dekat, bangunan relokasi yang didirikan di eks terminal itu bisa digunakan sebagai tempat berjualan darurat.

Kata Febi, sedangkan pembangunan relokasi pasar tetap di eks Pasar Hewan Desa Penyangkringan, Weleri masih dalam proses lelang. Rencananya, pembangunan relokasi pasar ini menelan anggaran Rp 3,6 miliar yang bersumber dari APBD.

"Saat ini juga dilakukan pendataan para pedagang yang terdampak kebakaran. Sementara relokasi pasar tanggap darurat sudah berjalan 90 persen, sedangkan relokasi tetap masih proses teknis lelang. Besaran anggarannya Rp 3,6 miliar dari sumber APBD Kendal," terangnya di Kendal, Senin (1/2/2021).

Sementara ini, lanjur Febi, pihanya terus menjalin komunikasi kepada paguyuban pedagang Pasar Weleri guna menyamakan presepsi terkait rencana relokasi pedagang. "Kami dengarkan apa yang jadi keinginan para pedagang. Pemerintah daerah juga memberikan solusi yang terbaik bagi mereka nantinya," tuturnya. 

Ketua GNPK-RI, Johan Indarto, mengapresiasi apa yang dilakukan oleh Dinas Perdagangan dalam merespon keinginan para pedagang Pasar Weleri.

Johan berharap, Pemerintah Daerah bisa membangun hal baru, dengan mengedepankan suara para pedagang dalam rangka relokasi dan pembangunan pasar induk Weleri.

"Respon cepat Disdag ini patut diapresiasi. Karena banyak pejabat juga yang abaikan kemanusiaan, lebih mengedepankan kedinasan semata," terangnya. 

Ketua Paguyuban Pasar Weleri Bangkit, Suwarno menambahkan, responsif cepat dari Pemerintah Daerah sangat dinantikan para pedagang. Karenanya, pedagang butuh kepastian tempat untuk merintis kembali usahanya agar segera bangkit pasca kebakaran. 

"Kami siap untuk selalu kordinasi dengan dinas," jelasnya. (*)

Penulis: Saiful Ma'sum
Editor: sujarwo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved