Breaking News:

Pemerintahan Biden Kini Wajibkan Penggunaan Masker di Transportasi Umum

Kebijakan itu berlaku untuk aktivitas perjalanan menggunakan Kereta api, bus, kapal feri, taksi, angkuran umum lain, serta bandara, stasiun, pelabuhan

Editor: Vito
Kompas.com/Istimewa
Presiden AS Joe Biden.(AP PHOTO/PATRICK SEMANSKY) 

TRIBUNJATENG.COM, WASHINGTON DC - Pemerintah Amerika Serikat (AS) memberlakukan aturan baru sebelum Selasa (2/2) tengah malam kepada jutaan pelancong, untuk menggunakan masker di fasilitas transportasi umum, dalam memerangi wabah covid-19 yang masih terus meluas.

Kebijakan itu berlaku untuk aktivitas perjalanan menggunakan Kereta api, bus, kapal feri, taksi, angkuran umum lain, serta bandara, stasiun, pelabuhan, dan pusat transit lain.

Aturan baru itu sebelumnya sudah diperintahkan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) AS pada Jumat (29/1) malam lalu, setelah Presiden Donald Trump melarang aturan itu pada Agustus lalu.

Presiden Joe Biden menandatangani perintah eksekutif itu pada 21 Januari, seperti yang dilansir dari Reuters pada Selasa (2/2).

Biden menugaskan lembaga federal mengeluarkan aturan untuk menyelamatkan nyawa dan mengizinkan semua orang Amerika, termasuk jutaan orang yang bekerja di industri transportasi, untuk bepergian dan bekerja dengan aman.

Kelompok advokasi FlyersRights.org pada Senin (1/2), mendesak pemerintah Biden mengambil langkah lebih jauh dan mengamanatkan penggunaan masker N95, KN95, atau masker medis di pesawat terbang, serta pedoman jarak sosial yang lebih ketat, pemeriksaan suhu, dan pengujian cepat. Sementara, CDC memungkinkan penggunaan masker buatan sendiri.

Administrasi Keamanan Transportasi (TSA) mengeluarkan arahan keamanan pada Minggu (31/1) yang memungkinkan mereka untuk mengeluarkan hukuman sipil dan menolak akses ke penerbangan bagi para pelancong yang tidak mengenakan masker.

"Aturan akan berlaku setidaknya hingga 11 Mei. Wisatawan diizinkan dalam waktu singkat untuk melepas masker saat makan, minum, atau minum obat, tetapi masker harus dipakai di saat mengunyah dan meneguk," kata TSA.

Hampir semua perjalanan AS diberi aturan, tetapi orang-orang dengan mobil pribadi dan pengemudi truk tunggal dikecualikan.

Perintah itu mewajibkan semua penumpang berusia 2 tahun ke atas untuk mengenakan masker, tetapi pelancong dapat menghindari penggunaan masker, jika mereka memiliki kondisi disabilitas.

American Airlines mengatakan, pelanggan penyandang disabilitas yang tidak dapat memakai masker harus memberitahu maskapai 72 jam sebelum keberangkatan, untuk meminta pembebasan, dan menunjukkan bukti tes covid-19 negatif yang diambil dalam 3 hari sebelum keberangkatan.

Maskapai penerbangan AS telah mengeluarkan aturan yang melarang ribuan orang melakukan penerbangan karena tidak memakai masker.

Kepala Eksekutif Delta Air Lines, Ed Bastian mengatakan pada Senin (1/2), maskapai tersebut telah melarang sekitar 950 orang hingga saat ini.

"Perintah Biden menambah lapisan perlindungan bagi orang-orang kami yang telah integral dalam menegakkan kebijakan masker," ujarnya.

Sementara, TSA mengimbau, operator layanan transportasi harus melakukan upaya menurunkan orang yang menolak untuk mematuhi aturan menggunakan masker secepat mungkin. (Kompas.com)

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved