Breaking News:

Berita Demak

Tak Tahan Hidup di Rumah Tergenang Rob, Warga Mondoliko Demak Minta Pemkab Lakukan Relokasi

Jumlah keluarga penghuni Dukuh Mondoliko, Desa Bedono, Kabupaten Demak, terus berkurang.

Penulis: Muhammad Yunan Setiawan | Editor: sujarwo

TRIBUNJATENG.COM, DEMAK - Jumlah keluarga penghuni Dukuh Mondoliko, Desa Bedono, Kabupaten Demak, terus berkurang. Dari semula tercatat 95 keluarga, kini bekurang 20, tersisa 65 keluarga saja.

Terus berkurangnya jumlah keluarga di dukuh yang hampir tenggelam itu adalah hal wajar. Pasalnya, air laut telah menggenangi seisi rumah warga. Sehingga satu per satu di antara mereka yang tahan hidup berkubang

Musala warga Dukuh Mondoliko, Desa Bedono, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak.
Musala warga Dukuh Mondoliko, Desa Bedono, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak. (TRIBUNJATENG/YUNANSETIAWAN)

air memilih angkat kaki dari kampung halamannya.

Sukiyo mengatakan, Dukuh Mondoliko terdiri satu rukun warga (RW 2) dan empat rukun tetangga (RT 1-4). Sebagian besar warga  setempat bekerja sebagai karyawan pabrik, penjahit, nelayan, dan ada juga yang menjadi tukang batu di luar kota. 

”Rata-rata kerjanya di luar dukuh. Kalau malam tak dapat pulang karena airnya di sana tinggi. motor dititpkan di Sodong, warga nunggu airnya surut,” kata pria yang juga menjabat ketua RW.

Ia menjelaskan, air mulai naik sekira pukul 15.00 Wib, lalu sekira Magrib halaman rumah depan rumah warga sudah tertutup air laut, menjelang tengah malam, air sudah menggenangi isi rumah. 

Sebagian warga ada yang tetap nekat pulang ke rumah dengan menerabas genangan air, tetapi yang tidak mau ambil risiko memilih menunggu air surut.

Di dukuh tersebut, akses keluar masuk dukuh tersebut hanya melewati satu jalan. Ketika air sudah mulai pasang, jalan tersebut tidak terlihat karena sudah tergenang air. Warga yang berkendara motor pun tidak bisa membawa kendaraannya ke rumah.

Sumiyatun merasakan kesulitan itu. Setiap hari ia mesti bejalan kaki dari dukuh tersebut menuju Sodong untuk mengambil motornya, kemudian meneruskan pejalanan menuju tempat kejanyanya di rumah makan di pinggir jalan Raya Demak-Semarang. 

”Kerja berangkat pulang jalan kaki. Motornya dititipkan,” ujarnya.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved