Breaking News:

Berita Batang

Angka Perkawinan Dini di Batang Naik 200 Persen

Kemenag Kabupaten Batang mencatat angka perkawinan dini telah meningkat 200 persen

TribunJateng.com/Dina Indriani
Kantor Kementrian Agama Kabupaten Batang 

TRIBUNJATENG.COM,BATANG - Sejak September 2019 lalu, pemerintah telah menerbitkan Undang-Undang Nomor 16 tahun 2019 sebagai perubahan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974, yang menyebutkan bahwa saat ini batas minimal usia perkawinan adalah 19 tahun, baik untuk laki-laki maupun perempuan.

Kementerian Agama yang membawahi Kantor Urusan Agama (KUA) selaku penyelenggara atau pencatat pernikahan memiliki peran penting dalam menekan angka perkawinan dini.

Kemenag Kabupaten Batang mencatat angka perkawinan dini telah meningkat 200 persen.

"Kebanyakan orang menikah usia dini itu batas umur yang belum sampai menurut UU, sehingga menyebabkan tingginya angka perkawinan dini meski dengan dispensasi ke Pengadilan,” ujar Kasi Bimas Islam Kemenag Batang, Sodikin, Rabu (3/2/2021).

Kemenag Kabupaten Batang berupaya untuk menekan angka perkawinan dini dengan mengampanyekan dan menyosialisasikan serta memberikan edukasi tentang bahaya atau dampak perkawinan dini ke masyarakat.

"Kami ada 15 penyuluh ASN dan 125 penyuluh perkawinan yang terus gencar melakukan kampanye di semua KUA sampai tingkat desa," tuturnya.

Sodikin berharap masyarakat dapat memahami hal tersebut, sehingga angka perkawinan dini di Kabupaten Batang bisa ditekan dan anak-anak dapat mengoptimalkan usia produktif untuk pengembangan diri. 

"Terkhusus juga bagi orang tua agar berfikirlah sebelum menikahkan anaknya yang masih berumur belasan tahun," pungkasnya.(din)

Penulis: dina indriani
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved