Breaking News:

Berita Karanganyar

Musim Hujan Ini Waspadai Juga Leptospirosis, 9 Orang di Karanganyar Meninggal Gara-gara Ini

Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Karanganyar meminta masyarakat mewaspadai potensi penularan penyakit leptospirosis.

Tribun Jateng/ Agus Iswadi
Kasi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2PM) DKK Karanganyar, Winarno saat meninjau lokasi yang terdapat kasus leptospirosis di wilayah Kecamatan Colomadu Kabupaten Karanganyar. 

TRIBUNJATENG.COM, KARANGANYAR - Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Karanganyar meminta masyarakat mewaspadai potensi penularan penyakit leptospirosis seiring tingginya curah hujan belakangan ini. 

Berdasarkan data yang dihimpun Tribunjateng.com, tercatat ada sebanyak 18 kasus dengan 9 angka kematian pada tahun lalu.

Penyebaran kasus terjadi di Kecamatan Gondangrejo, Mojogedang, Kebakkramat, Colomadu, Jaten dan Tasikmadu. 

Kasi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2PM) DKK Karanganyar, Winarno menyampaikan, tercatat ada dua kasus leptospirosis pada awal tahun ini. Dua kasus tersebut terjadi di wilayah Gondangrejo dan Tasikmadu. 

"Musim hujan, tentu saja sangat beresiko penularan leptospirosis tapi ada baiknya juga.

Kalau curah hujan terus menerus kasus DBD bisa turun," katanya saat dihubungi Tribunjateng.com, Rabu (3/2/2021). 

Dia menjelaskan, leptospirosis bisa menular lewat makanan yang terkontaminasi air kencing tikus yang mengandung bakteri leptospira.

Selain itu juga bisa ketika permukaan tubuh terkena air kencing tikus. 

"Ketika permukaan tubuh kena air bisa tertular, ketika ada luka terbuka biasanya," ucapnya. 

Sehingga untuk mengantisipasi penularan leptospirosis, dinas meminta masyarakat supaya memperhatikan kebersihan sanitasi lingkungan, terutama pengolahan sampah rumah tangga. 

Halaman
12
Penulis: Agus Iswadi
Editor: Daniel Ari Purnomo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved