Breaking News:

Berita Solo

Pedagang Tak Setuju Jateng di Rumah Saja: Sabtu Minggu Itu Pas Pasar Ramai, Kami Rugi

Pedagang asal Kota Solo mengungkapkan, justru pada Sabtu dan Minggu merupakan hari di mana pasar sedang ramai pembeli.

Istimewa
Satu di antara pedagang di Pasar Ngudi Rejeki Gilingan, Banjarsari, Solo ketika merapikan dagangannya, Rabu (3/2/2021). 

"Jadi kita rekomendasikan, karena ya sudah Sabtu-Minggu wis kentheng-kentheng (sudah hampir hari H)," ungkapnya. 

Rudy menyampaikan, dia kasihan kepada warganya bila pelaksaan hajatan pada Sabtu-Minggu harus ditunda. 

"Umpamanya kalau hal itu harus ditunda? Kasianlah. Kita harus memberi toleransi namun perketat protokol kesehatan," tandasnya.

Penolakan juga tak terkecuali di Kabupaten Pemalang, yang menurut pendataan Pemkab Pemalang, terdapat 22 pasar baik pasar umum hingga grosir.

Berkaitan dengan instruksi tersebut, beberapa pedagang menyatakan keberatannya.

Pasalnya, di tengah imbas pandemi Covid-19 yang mengakibatkan penurunan pendapatan, para pedagang kembali dipaksa untuk tak berdagang. 

"Meski hanya dua hari, namun kami tetap keberatan. Kenapa juga harus menutup pasar," kata Sulistyowati satu di antara pedagang Pasar Bojongbata Pemalang, Rabu (3/2/2021).

Dilanjutkannya, pedagang pasar tersiksa karena dampak pandemi Covid-19.

Seharusnya pemerintah membuat aturan yang mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat. 

"Bukan memaksa pasar agar tidak berdagang meski hanya sebentar tapi siapa yang akan menanggung biaya hidup kami selama pasar ditutup," paparnya. 

Halaman
1234
Penulis: Muhammad Sholekan
Editor: Daniel Ari Purnomo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved