Breaking News:

Berita Jakarta

Peran Pemerintah Daerah Jadi Penentu Kesuksesan Program Sekolah Penggerak

Mendikbud Nadiem Anwar Makarim telah meluncurkan program sekolah penggerak.

Penulis: m zaenal arifin | Editor: sujarwo
KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMO
menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) RI, Nadiem Makarim 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Anwar Makarim, telah meluncurkan program sekolah penggerak merupakan penyempurnaan dari program transformasi sekolah yang ada sebelumnya, kemarin.

Nadiem mengatakan, kunci keberhasilan program tersebut terletak pada kolaborasi seluruh ekosistem pendidikan. Yang mana, penentu kesuksesan tersebut terletak pada pemerintah daerah (Pemda).

"Program sekolah penggerak merupakan program kolaborasi antara Kemendikbud dengan pemerintah daerah di mana komitmen Pemda menjadi kunci utama," kata Nadiem, dalam rilisnya, Rabu (3/2/2021).

Nadiem menerangkan, program sekolah penggerak memerlukan intervensi yang dilakukan secara holistik, mulai dari SDM sekolah, pembelajaran, perencanaan, digitalisasi, dan pendampingan pemerintah daerah. Program tersebut mencakup seluruh kondisi sekolah, tidak hanya sekolah unggulan saja, baik negeri dan swasta.

Pendampingan Pemda, lanjutnya, dilakukan selama tiga tahun ajaran. Setelah itu, sekolah melanjutkan upaya transformasi secara mandiri. Pada akhirnya nanti, program sekolah penggerak yang dilakukan terintegrasi dengan ekosistem pendidikan, menyasar dan mengubah seluruh sekolah di Indonesia menjadi sekolah penggerak.

"Program ini akan mempercepat transformasi pendidikan di daerah," tegasnya.

Menurutnya, sangat penting adanya tempat untuk saling berkonsultasi merujuk pada kearifan lokal masing-masing daerah sehingga sekolah lebih terinspirasi dalam melakukan perubahan.

Sekolah yang sudah ditunjuk sebagai sekolah penggerak, nantinya bisa mementori sekolah di sekitarnya dan sekolah penggerak akan mendapatkan sumber daya pendukung dari Pemda hingga Kemendikbud.

"Antar daerah nantinya juga akan saling belajar, karena semangat program ini bukan kompetisi melainkan kolaborasi," terangnya.

Pada kesempatan berbeda, Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo menyampaikan apresiasinya atas peluncuran program sekolah penggerak. Ganjar berharap, program tersebut bisa jadi penutup lubang pada jembatan keilmuan yang kembali menghubungkan guru dengan siswa, menghubungkan sekolah dengan orang tua.

Ganjar Pranowo menilai bahwa program sekolah penggerak sangat bagus. Konsep ini menurutnya akan mengoptimalkan kemampuan orang tua, guru, tokoh masyarakat, pengamat, atau tokoh pendidikan dan lainnya. Mengingat banyak pihak di ekosistem pendidikan yang merasa kesulitan menjalankan proses pembelajaran di masa pandemi.

"Tapi konsep saja tidak cukup. Program sekolah penggerak ini mesti segera kita eksekusi bersama dan Jawa Tengah siap merealisasikannya dengan beberapa penyesuaian berdasar kearifan lokal," katanya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved