Breaking News:

Berita Sragen

Arca dan Yopi di Pasar Bunder Terbengkalai, Kodim 0725/Sragen Lakukan Pembugaran

Arca Durga Mahesa Suramardhini Mojo dan 2 Yoni Mojo Sragen di komplek Pasar Bunder diperbarui Koramil 01.

Tribun Jateng/Mahfira Putri Maulani
Sejumlah tukang mencoba menaikkan Arca Durga Mahesa Suramardhini Mojo di wilayah Pasar Bunder, Sragen. 

TRIBUNJATENG.COM, SRAGEN – Satu Arca Durga Mahesa Suramardhini Mojo dan dua Yoni Mojo Sragen di komplek Pasar Bunder Sragen di perbarui oleh Koramil 01 Sragen.

Arca dan Yopi yang berada di tanah okupasi antara Pabrik Gula (PG) Mojo, TNI dan Pemkab Sragen itu dilakukan pembugaran pihak Koramil sejak Selasa (2/2/2021).

Arca dan Yopi ini kondisi awalnya dalam keadaan sedikit tertimbun tanah, kotor dan tidak terawat. Oleh Koramil Sragen arca dan Yopi tersebut dinaikkan dan akan diberi gazebo.

"Arca dan Yoni ini kami perbaiki, diawali dengan kerja bakti prajurit Koramil Selasa lalu, ini kita naikkan setengah meter dari tanah. Nanti kita kasih gazebo agar terjaga dari panas dan hujan."

"Juga akan kita beri pagar, jadi masyarakat tidak bisa sembarang menaiki dan masuk acara atau Yoni," terang Danramil 01 Sragen, Kapten Cba Sugiyono kepada Tribunjateng.com.

Sugiyono melanjutkan, selain ada dua Yoni dan satu Arca dulu terdapat relief namun kini sudah rusak karena tidak ada yang menjaga sehingga terbengkalai.

Bahkan satu Yoni juga dalam keadaan patah, namun dalam perbaikan ini, Sugiyono mengatakan akan mencoba menyambungkan Yoni yang patah tersebut.

"Sebenarnya ada relief juga di belakang tapi sudah rusak karena tidak terurus atau terjaga. Makanya sebelum semakin parah dari Dandim ada perhatian khusus untuk cagar budaya ini," katanya.

Pemugaran ini, dikatakan Sugiyono diinisiasi oleh Dandim 0725/Sragen Letkol Inf Anggoro Heri Pratikno. Bahkan tidak hanya di area Pasar Bunder ini, sebuah Yopi di Kecamatan Sidoharjo juga sedang di perbaiki.

"Diinisiasi oleh Dandim Sragen, beliau mempunyai keinginan nguri-nguri budaya termasuk bagaimana cagar budaya yang ada peninggalan nenek moyang di jaman dulu mempunyai nilai sejarah yang luar biasa sehingga terawat," lanjut dia.

Ia mengaku selama ini Yopi dan arca ini hanya terbengkalai di semak-semak, kadang dinaiki orang hingga dikencingi oleh orang yang tidak bertanggungjawab.

Dengan pemugaran ini pihaknya berharap masyarakat bisa mengetahui bahwa arca dan Yopi ini bernilai sejarah yang tinggi. Selain itu sekitarnya akan terlihat bersih dan terjaga.

"Kita harapkan masyarakat mengetahui bahwa ini nilai sejarah tinggi. Sampai Dandim punya perhatian khusus terhadap Yopi dan arca berarti ini mempunyai nilai yang tinggi," katanya.

Dikerjakan sejak Selasa lalu, pembugaran Yopi dan Arca ini ditargetkan akan rampung selama satu pekan atau lebih tepatnya Selasa atau Rabu (9-10/2/2021). (*)

Penulis: Mahfira Putri Maulani
Editor: sujarwo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved