Breaking News:

Berita Semarang

Kanwil Bea Cukai Jateng DIY Gagalkan Upaya Penyelundupan Baju Bekas dan Tekstil Impor

Kanwil Bea Cukai Jateng DIY gagalkan upaya penyelundupan ratusan koli ballpress berisi baju bekas dll.

Penulis: rahdyan trijoko pamungkas
Editor: sujarwo
Tribun Jateng/Rahdyan Trijoko Pamungkas
Kepala Kantor Wilayah Bea Cukai Jateng DIY, Tri Wikanto bersama pemangku wilayah Pelabuhan Tanjung Emas tunjukkan barang bukti ballpress baju bekas, dan tekstil yang diselundupkan dari Malaysia. 
Kapal KLM Hikmah Jaya 3 merupakan sarana yang digunakan untuk menyelundupkan 537 ballpress dan 5800 roll tekstil impor dari Gudang Pasir Malaysia. Kapal tersebut melakukan bongkar muat di Pelabuhan Kendal. Kapal tersebut saat ini berada tempat sandar Kapal di Jalan Usman Janatin Semarang.
Kapal KLM Hikmah Jaya 3 merupakan sarana yang digunakan untuk menyelundupkan 537 ballpress dan 5800 roll tekstil impor dari Gudang Pasir Malaysia. Kapal tersebut melakukan bongkar muat di Pelabuhan Kendal. Kapal tersebut saat ini berada tempat sandar Kapal di Jalan Usman Janatin Semarang. (Tribun Jateng/Rahdyan Trijoko Pamungkas)

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Kanwil Bea Cukai Jateng DIY gagalkan upaya penyelundupan ratusan koli ballpress  berisi baju bekas dan ribuan roll tekstil impor yang dikirim dari Gudang Pasir Malaysia.

Pengungkapan upaya penyeludupan tersebut Kanwil Bea Cukai Jateng DIY bersama TNI Angkatan Laut (Lanal Semarang) dan KPPBC Semarang. 

Ratusan koli ballpress dan ribuan roll tekstil impor tersebut diselundupkan menggunakan kapal KLM Hikmah Jaya 3 dan melakukan bongkar muat di Pelabuhan Kendal.

Kepala Kantor Wilayah Bea Cukai Jateng DIY, Tri Wikanto menuturkan penangkapan dilakukan pada Rabu (21/1)  pukul 16.00. Saat penangkapan kondisi cuaca hujan disertai angin.

"Kami bersama Lanal Semarang sudah mengindentifikasi adanya penyelundupan," tuturnya saat melakukan gelar perkara di tempat sandar kapal di Jalan Usman Janatin, Jumat (5/2/2021).

Menurutnya, saat dilakukan penangkapan telah terjadi bongkar muat dan terdapat dua truk. Ketika ditanya dokumen, tersangka tidak bisa menunjukkan.

"Ada kecurigaan sehingga kami perdalam terus. Karena tidak dapat menunjukkan legalitas akhirnya kami bongkar," lanjut dia.

Dikatakannya, hasil pengungkapan tersebut terdapat 537 koli ballpress, dan 5800 roll tekstil impor di Pelabuhan Kendal tepatnya di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK). Bongkar muat dilakukan bersama kapal komersil lainnya.

"Ini luar biasa dan niatnya sudah ada," ujarnya.

Menurutnya, nilai ekonomi dari barang selundupan tersebut sebesar Rp 14 miliar. Sementara kerugian negara sebesar Rp 4 Miliar yang di dalamnya berupa pungutan negara, dan pajak.

"Kerugian yang tidak terhitung kalau dipasarkan ke masyarakat karena ini pakaian bekas dapat menjadi penyebaran virus terlebih saat pandemi Corona," tutur dia.

Ia mengimbau agar masyarakat tidak membeli barang bekas. Selain itu masyarakat jangan tergiur dengan harga murah dari barang bekas tersebut.

"Terkadang masyarakat tergiur barangnya murah dan bagus. Padahal ini media penyakit," tukasnya.

Tri menambahkan tersangka pada kasus ini yakni nahkoda kapal. Tersangka Pasal 102 huruf b dan/atau Pasal 102 huruf a dan/atau Pasal 102 huruf e Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2006 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1995 tentang Kepabeanan jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved