Breaking News:

Kue Kembang Goyang Mini Inovasi Anita Disukai Konsumen, Begini Cara Membuatnya

Kue Kembang Goyang Mini Inovasi Anita Disukai Konsumen, Begini Cara Membuatnya

tribunjateng/mahasiswa UIN Magang
Anita tunjukkan kue kembang goyang mini produksinya di Kendal 

TRIBUNJATENG.COM, KENDAL - Selalu ada jalan bagi orang kreatif dan inovatif. Anita (34) sebagai ibu rumah tangga, tetap bisa menghasilkan pendapatan. Warga Desa Mororejo Kaliwungu Kabupaten Kendal ini menekuni pembuatan Kembang Goyang di rumahnya.

Kue kembang goyang merupakan jenis kue tradisional yang dikenal dulu berasal dari Betawi kemudian banyak warga Semarang membuat produk serupa. Anita memulia usaha sejak 2006 dengan produk dinamai "Dapur Anita".

Sebelum menikah, dia sebagai karyawan, setelah menikah ikut tinggal bersama suami. Untuk mengisi waktu luang, ibu dua anak ini berwirausaha. Semula dia bikin kue untuk memasok kebutuhan saat Lebaran.

Seiring berjalannya waktu, produk Kembang Goyang makin disukai konsumen, hingga sekarang. Dikenal sebagai kembang goyang karena bentuknya seperti bunga atau kembang. Proses pembuatannya harus digoyang-goyang agar adonan bisa terlepas dari cetakan saat digoreng.

Dulu, kue kembang goyang biasanya dijumpai di acara hajatan. Namun sekarang sudah mulai jarang. Anita sengaja membuat kue kembang goyang karena tidak banyak saingan, dan masih banyak orang menyukainya.

"Klasik, tidak terlalu manis dan teksturnya empuk, jadi enak kalau dimakan. Apalagi dengan bentuknya yang kecil, para pembeli akan langsung tertarik," ujar Anita.

Untuk memperlancar penjualannya, Anita menitipkan kue kembang goyang di kedai-kedai, pujasera, minimaket dan toko. Selain itu, pemasaran juga melalui media sosial seperti Whatsapp, Google Bisnis, Facebook, Instagram, juga Blibli.

Selain di Kendal dan Semarang, kue kembang goyang juga dikirim ke beberapa kota antara lain Surabaya dan Tangerang. Anita juga melayani pemesanan kue kembang goyang dalam jumlah besar, misalnya untuk hajatan atau acara pesta. Atau bisa dikemas dalam bentuk parcel.

Dalam sehari Anita pelaku usaha UMKM ini bisa menjual 4 kilogram kue kembang goyang. Satu kemasan berisi 250 gr ukuran besar seharga Rp 12.500, sedangkan untuk ukuran kecil 150 gr dibandrol Rp 8.000.

Tiap hari Anita buat adonan untuk kue kembang goyang. Bahannya antara lain telur ayam, gula pasir, tepung terigu yang sudah diayak, santan dan minyak goreng.

Cara pembuatannya, mencampurkan telur, gula, santan dan tepung terigu menggunakan mixer agar adonan tidak menggumpal. Setelah itu adonan disaring hingga adonan menjadi cair. Selanjutnya adalah proses penggorengan. Panaskan minyak goreng dalam jumlah banyak. Lalu celupkan cetakan kembang goyang dalam adonan, jangan sampai permukaan cetakan ikut tertutup adonan.

Setelah minyak panas, segera masukkan cetakan yang sudah berbalut adonan ke dalam minyak, tetapi jangan sampai menyentuh dasar wajan. Kemudian, goreng sambil goyang-goyangkan cetakan hingga adonan terlepas. Setelah adonan berwarna kekuningan, segera angkat dan tiriskan. Kue kembang goyang bisa bertahan dua minggu. (Meilani Esti Mulya Putri/Mahasiswa UIN Walisongo Magang Jurnalistik di Tribunjateng.com)

Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved