Breaking News:

Berita Banjarnegara

Kunjungan ke Bonbin Serulingmas Turun di Masa PPKM, Pengelola Galang Donasi untuk Pakan Satwa

PPKM yang dilakukan serentak di Jawa dan Bali bukan hanya dikeluhkan para pelaku usaha kecil menengah.

Istimewa
Pegawai TRMS Serulingmas memberi makan rusa. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, BANJARNEGARA - PPKM yang dilakukan serentak di Jawa dan Bali bukan hanya dikeluhkan para pelaku usaha kecil menengah menyusul adanya sejumlah pembatasan. Sektor pariwisata pun ikut terdampak.  Kunjungan di sejumlah objek wisata di Kabupaten Banjarnegara menurun selama PPKM pertama hingga jilid 2 diberlakukan. 

Objek wisata Taman Rekreasi Marga Satwa (TRMS) Serulingmas Banjarnegara ikut merasakan imbasnya. Jumlah kunjungan wisatawan dalam beberapa pekan terakhir ini mengalami penurunan cukup drastis. 

Direktur TRMS Serulingmas Zoo Lulut Yekti Adi mengatakan, kunjungan ke TRMS dalam sehari kini rata-rata tidak sampai 100 orang. 

"Normalnya kisaran 200 orang perhari, " katanya, Jumat (5/2/2021). 

Penurunan kunjungan kian terasa menyusul kebijakan penutupan objek wisata air di masa PPKM. Padahal, kolam renang di Serulingmas Zoo selama ini jadi daya tarik tersendiri selain pemandangan satwa-satwa langka. 

Bahkan ada pelanggan yang beberapa hari sekali datang ke Serulingmas untuk berenang.  Keberadaan kolam renang cukup mendongkrak kunjungan wisatawan di Serulingmas. 

Pandemi adalah masa yang berat bagi pengelola objek wisata kebun binatang, tidak kecuali Serulingmas Zoo. Satwa-satwa yang dipelihara setiap hari butuh makan untuk bertahan hidup. Kewajiban pengelola untuk merawat dan menjamin pakan ratusan satwa, tanpa peduli musim pandemi. 

Padahal, biaya pakan satwa tidak murah. Terlebih karnivora semisal Harimau, Singa dan Buaya yang setiap hari butuh asupan daging. Saat masa normal, sebelum ada pandemi, pengeluaran untuk kebutuhan pakan satwa selalu terpenuhi dari penjualan tiket masuk ke wisatawan.  

Tetapi di masa pandemi, saat kunjungan menurun drastis, pihaknya harus putar otak agar pakan satwa tetap tercukupi. Karnivora yang biasa dikasih daging sapi, kini disiasati dengan diberi daging ayam yang harganya lebih murah.  Tetapi tanpa mengurangi takaran kebutuhan gizi satwa. Sehingga kesejahteraan satwa tetap terjaga. 

"Yang biasanya daging sapi, kita siasati daging ayam," katanya

Atas keprihatinan itu, pihaknya pun sampai saat ini masih menggalang donasi untuk membantu membeli pakan. Sehingga kesejahteraan satwa tetap terjamin di masa sulit pandemi.  Pihaknya menerima donasi dari masyarakat dalam bentuk uang maupun barang atau pakan untuk satwa. (*)

Penulis: khoirul muzaki
Editor: sujarwo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved