Sabtu, 2 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Sragen

Pernah Memindahkan Lalu Dihantui, Arca dan Yoni di Komplek Pasar Bunder Sragen Itu Dikembalikan

Arca Durga Mahesa Suramardhini Mojo dan 2 Yoni Mojo Sragen ternyata sudah dipindahkan dua kali.

Tayang:
Penulis: Mahfira Putri Maulani | Editor: sujarwo
Tribun Jateng/Mahfira Putri Maulani
Danramil 01 Sragen, Kapten Cba Sugiyono ketika meninjau pembaharuan Yoni dan Arca di Komplek Pasar Bunder Sragen. 

TRIBUNJATENG.COM, SRAGEN – Satu Arca Durga Mahesa Suramardhini Mojo dan dua Yoni Mojo Sragen di komplek Pasar Bunder Sragen ternyata sudah dipindahkan sebanyak dua kali.

Namun ketika dipindahkan, seseorang tersebut terus diganggu sosok tak kasat mata dan akhirnya dikembalikan ke tempat semula.

Hal itu diketahui Danramil 01 Sragen, Kapten Cba Sugiyono ketika mendapatkan cerita dari sejumlah orang. Dirinya sendiri tidak mengetahui persis siapa orang yang memindahkan itu.

"Awalnya itu Yopi dan Arca ini berada di depan TK Kartika, lalu dipindahkan ke Utara Koramil waktu dipindah yang memindah itu dihantui dan minta dipindah kembali akhirnya dikembalikan tapi di posisi saat ini," terang Danramil 01 Sragen, Kapten Cba Sugiyono.

Beberapa pedagang masih meyakini di area Yoni dan Arca ini ada kehidupan sehingga beberapa diantaranya masih memberi bunga di arca tersebut.

Sugiyono mengatakan tidak hanya di komplek Pasar Bunder Sragen saja Yoni dan Arca ini, namun juga tersebar di beberapa titik mulai Barat PG Mojo, Desa Saradan hingga edupark Gemolong.

Adanya beberapa Yoni dan Arca ini diyakini dahulu Sragen sempat menjadi pergeseran pemerintah dari Candi Cetho, Kabupaten Karanganyar.

"Kisah yang saya dengar dari beberapa orang, yoni-yoni yang tersebar di Sragen itu awal mulanya diperkirakan pusatnya dari Candi Cetho."

"Disitul dahulu ada pusat pemerintahan, kemudian ada pergeseran pemerintah ke sebelah baratnya Sragen sehingga disini banyak ditemukan peninggalan semacam yoni maupun arca," katanya.

Berada di Tanah Okupasi

Arca dan Yoni yang berada di Pasar Bunder Sragen ini merupakan tanah okupasi antara TNI, PG Mojo dan Pemda Sragen. Dahulu oleh TNI pada 1950 di gunakan untuk asrama militer.

Kemudian di depan Pasar Kota Sukowati dahulu menjadi markas Kodim lama dan dulu juga ada RS PG Mojo. Pada1959 dari PG Mojo untuk pengelolaan diserahkan kepada pemerintah untuk pabrik.

Hingga kini PG Mojo dikelola BUMN dalam hal ini PTPN 9, sementara di sebelah Utara digunakan untuk pasar Bunder dan Pasar Sukowati.

Oleh Dandim 0725/Sragen Letkol Inf Anggoro Heri Pratikno tanah okupasi ini begitu diperhatikan. Ketika berkunjung, dirinya langsung melihat kondisi cagar budaya yang tidak terawat dan akhirnya dilakukan pemugaran saat ini.

"Akhirnya beliau ingun membersihkan Arca dan Yoni agar tidak terkesan menjadi pemukiman kumuh. Karena juga ini dekat dengan kantor pemerintah Kabupaten Sragen dan Pasar Bunder adalah salah satu icon Sragen, pusat ekonomi disini," katanya.

Dengan dilakukannya pemugaran di area Arca dan Yoni diharapkan seluruh pedagang akan menjaga kebersihan, keamanan dari kejahilan orang-orang yang tidak bertanggungjawab.

"Dengan harapan sehingga nanti anak cucu mengerti bahwa nenek moyang kita waktu kerajaan Hindu memiliki peradaban yang tinggi dengan peninggalan-peninggalan sejarah prasasti maupun Yoni ini," pungkasnya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved